Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI antikorupsi milik pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dikategorikan sebagai organisasi ekstrimis.
Navalny telah divonis penjara selama lebih dari 2,5 tahun pada Februari lalu setelah ia kembali dari Jerman, tempat ia memulihkan diri setelah serangan keracunan pada penerbangan di atas Siberia yang ia tuduhkan dilakukan Kremlin.
Selain memenjarakan Navalny, Pengadilan Moskow juga memutuskan melarang Yayasan Anti-Korupsi (FBK) dan orang-orang yang terkait dengan organisasi yang berafiliasi dengan Navalny iru untuk mencalonkan diri untuk jabatan publik, termasuk menjadi anggota parlemen jelang pemilihan parlemen pada bulan September mendatang
Baca juga: Warga Palestina di Sheikh Jarrah Terancam Diusir dari Rumah Sendir
Hal ini mendorong Negara-negara Barat dan Uni Eropa dengan segera mengutuk keputusan tersebut.
Uni Eropa menilai bahwa keputusan tersebut adalah upaya terbaru untuk menekan oposisi dan melawan kritik.
"Ini adalah keputusan tidak berdasar yang menegaskan pola negatif dari tindakan keras sistematis terhadap hak asasi manusia dan kebebasan yang diabadikan dalam konstitusi Rusia," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell dalam sebuah pernyataan.
Amnesty International juga mengatakan bahwa putusan itu menempatkan puluhan ribu pendukung Navalny dalam risiko penuntutan.
"Ini adalah salah satu upaya Kremlin yang paling sinis dan berani sejauh ini untuk menindak hak kebebasan berekspresi dan berserikat," kata kelompok hak asasi itu.
Komite menteri badan hak pan-Eropa Dewan Eropa mengatakan pihaknya sangat mendesak Rusia untuk segera membebaskan Navalny.
Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab menggambarkan keputusan itu sebagai "sesat" dan "Kafka-esque", sementara Amerika Serikat meminta Moskow untuk mengakhiri tindakan keras dan membebaskan Navalny.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menuduh para oposisi menerima dana dari kepentingan asing dan merencanakan pemberontakan dengan dukungan dari Barat.
"Mereka menunjukkan semangat politik seperti itu karena menyentuh mereka yang mereka awasi, mereka yang mereka dukung secara politik dan dengan cara lain," kata Zakharova. (AFP/OL-1)
UE adopsi paket sanksi ke-20 terhadap Rusia, menyasar sektor energi hingga perbankan. Terminal Minyak Karimun di Indonesia ikut terseret daftar sanksi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan risiko besar jika bantuan senjata dan atensi diplomatik AS beralih sepenuhnya ke konflik Iran.
Windrawan Inantha memaparkan dalam ranah perdagangan sawit global Uni Eropa telah beralih dari pasar atau pembeli produk menjadi penentu arah industri.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen umumkan aplikasi ID digital untuk verifikasi usia online demi lindungi anak-anak tanpa mengorbankan privasi.
Kekalahan telak Viktor Orban dalam pemilu Hungaria disambut lega Uni Eropa. Peter Magyar berjanji pulihkan demokrasi dan perbaiki hubungan dengan Brussels.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez kunjungi Tiongkok untuk perkuat dagang di tengah ketegangan dengan AS. Spanyol dipandang sebagai gerbang strategis ke pasar global.
Inggris sebut Epibatidine digunakan untuk meracuni Alexei Navalny. Ini cara kerja racun katak asal Amerika Selatan ini dan dampaknya bagi tubuh manusia.
Lyudmila Navalnaya menyebut temuan toksin katak panah pada jasad Alexei Navalny membuktikan putranya dibunuh.
Pengadilan di Moskow memerintahkan penangkapan in absentia terhadap Yulia Navalnaya, istri dari politisi oposisi Alexey Navalny, dengan tuduhan berpartisipasi dalam organisasi ekstremis.
Majalah Forbes memasukkannya sebagai salah satu orang terkaya di struktur militer Rusia.
Para pendukung Navalny di Rusia, meskipun tanpa harapan untuk perubahan politik, menemukan dukungan bersama dalam menghadapi pemerintahan keras Vladimir Putin.
Yulia Navalnaya meneruskan perjuangan suaminya, Alexei Navalny melawan Putin dengan gerakan Siang Melawan Putin, di mana warga ke TPS memilih kandidat selain Putin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved