Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBICARAAN tentang persyaratan bagi Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk kembali mematuhi kesepakatan nuklir 2015 akan dilanjutkan pekan depan setelah ada cukup kemajuan sejak kesepakatan terobosan tentang peta jalan bagi kedua belah pihak.
AS belum melakukan pembicaraan langsung dengan delegasi Iran di Wina, Austria, minggu ini tetapi menyampaikan pesan terutama kepada anggota badan Eropa yang mengawasi kesepakatan tersebut.
Iran bersikeras bahwa semua sanksi yang dijatuhkan oleh AS sejak 2016, termasuk yang diklasifikasikan tidak terkait nuklir oleh AS, harus dicabut.
Masih tidak jelas apakah Iran akan mengambil langkah untuk kembali patuh sampai dipuaskan. Pencabutan sanksi berdampak praktis pada kemampuannya menjalankan bisnis, termasuk mengekspor minyaknya.
Pemerintahan Trump memberlakukan tembok sanksi terhadap Iran sebelum dan setelah meninggalkan kesepakatan pada tahun 2018.
AS di masa lalu membuat perbedaan antara kesediaannya untuk mencabut sanksi terkait nuklir dan untuk mempertahankan sanksi yang tidak terkait dengan kesepakatan nuklir, seperti sebagai sanksi hak asasi manusia atau terkait terorisme.
“Mencabut semua sanksi AS yang dijatuhkan di bawah presiden AS sebelumnya adalah langkah penting dalam menghidupkan kembali rencana tindakan komprehensif bersama (kesepakatan Iran), dan hanya setelah memverifikasi pencabutan sanksi tersebut, Iran akan siap untuk menghentikan tindakan perbaikannya dan kembali ke implementasi penuh dari kesepakatan itu,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi dalam akhir pembicaraan pada Jumat (9/4).
Pembicaraan skala penuh di tingkat deputi kementerian luar negeri akan dimulai kembali pada Rabu (7/4), dengan pembicaraan teknis antara para pejabat dilanjutkan untuk sementara.
Araghchi mengatakan tidak ada gunanya melanjutkan pembicaraan kecuali ada keseriusan di pihak AS.
“Dalam pandangan kami, Amerika harus mengambil tindakannya dalam satu langkah, kemudian kami akan memverifikasi, dan kemudian Iran akan mengikuti dengan tindakannya sendiri. Bagaimana verifikasi akan terjadi adalah poin lain dari diskusi kita,” imbuhnya.
Duta besar Iran untuk Badan Energi Atom Internasional dan anggota delegasi Iran untuk pembicaraan tersebut Kazem Gharibabadi, mengatakan uji verifikasi untuk memuaskan Iran bahwa sanksi telah dicabut dalam praktiknya adalah bahwa Republik Islam tersebut harus dapat menyelesaikan kontrak minyaknya dan mengekspor minyaknya.
Sementaara itudi sektor perbankan, Kazem Gharibabadi dapat melakukan transaksi keuangannya melalui berbagai saluran keuangan.
Duta besar Rusia dan Tiongkok yang hadir pada pembicaraan tersebut berbicara tentang kemajuan perundingan dan perlunya menjaga momentum.
Iran mulai menurunkan kepatuhan nuklirnya berdasarkan kesepakatan setelah Trump memerintahkan penarikan AS dan apa yang dikatakannya sebagai kegagalan pihak yang tersisa untuk melindunginya dari sanksi AS.
Di bawah undang-undang yang disahkan oleh parlemen di Teheran Desember lalu, pemerintah Iran mulai memproduksi dan menyimpan uranium yang diperkaya dengan tingkat kemurnian 20%, melanggar parameter pengayaan 3,67% yang ditetapkan oleh perjanjian nuklir 2015.
Namun, Teheran berulang kali mengatakan bahwa tindakannya akan dibatalkan segera setelah Washington mencabut sanksinya.
Dalam pernyataan yang sebagian besar tidak jelas, komisi gabungan, badan yang mengawasi kesepakatan tersebut, mengatakan, “Para peserta mempelajari diskusi yang diadakan di berbagai tingkat sejak komisi gabungan terakhir mengingat kemungkinan kembalinya AS ke (kesepakatan) dan membahas modalitas untuk memastikan kembalinya implementasi penuh dan efektif.”
“Komisi bersama diberi pengarahan tentang pekerjaan dua kelompok ahli tentang pencabutan sanksi dan langkah-langkah implementasi nuklir dan para peserta mencatat pertukaran yang konstruktif dan berorientasi pada hasil,” tandasnya. (Aiw/The Guardian/OL-09)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Tak cuma Iran, negara-negara sekutu seperti Prancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Korsel, Jepang, Kanada, dll pun mulai berani berkata 'tidak' kepada mereka.
PRESIDEN Prabowo Subianto membuka kemungkinan penggunaan energi nuklir sebagai pembangkit listrik di Indonesia, meski menekankan keputusan akhir tetap bergantung pada kajian para ahli.
Presiden Emmanuel Macron mengumumkan transformasi besar kebijakan pertahanan nuklir Prancis. Delapan negara Eropa akan bergabung dalam strategi "Advanced Deterrence".
Simak profil lengkap Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang wafat pada 2026. Jejak politik, revolusi, hingga babak baru suksesi Iran.
IRAN membantah keras tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran tengah mengembangkan rudal berjangkauan hingga Amerika Serikat termasuk ambisi nuklir militer
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas guna menekan Iran agar bersedia mencapai kesepakatan dengan Washington.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved