Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA, menargetkan awal April untuk menguji Helikopter Mars Ingenuity dengan menyalakan dan menerbangkan kendaraan itu. Hal itu diungkapkan Badan Luar Angkasa Amerika Serikat (AS) itu, Selasa (23/3).
Saat ini, pesawat ringan itu masih berada di dalam kendaraan penjelajah NASA, Perseverance, yang mendarat di Planet Merah itu pada 18 Februari lalu.
Pada Minggu (21/3), Perseverance melepaskan pelindung yang melindungi Ingenuity saat pendaratan. Perseverance juga tengah membangun semacam landasan bagi Ingenuity untuk lepas landas.
Baca juga: Pentagon Sebut Ancaman Tiongkok Serang Taiwan Serius
"Kami memperkirakan tanggal 8 April untuk penerbangan pertama Ingenuity," ujar insinyur kepala Helikpter Mars Bob Balaram.
Balaram mengungkapkan bahwa Ingenuity membawa potongan kain yang digunakan Wright bersaudara di sayap pesawat terbang mereka, Kitty Hawk. Kitty Hawk merupakan pesawat yang melakukan penerbangan pertama pada 1903.
Ingenuity akan berupaya melakukan penerbangan di atmosfer yang memiliki 1% ketebalan atmosfer Bumi.
Penerbangan pertama itu akan membawa Ingenuity naik sejauh 1 meter per detik hingga ketinggian 3 meter. Helikopter itu kemudian akan melayang di sana selama 30 detik sebelum kembali mendarat.
Ingenuity akan mengambil foto resolusi tinggi saat terbang. (AFP/OL-1)
NASA mendukung misi European Space Agency ExoMars. Rover Rosalind Franklin ditargetkan meluncur 2028 untuk mencari jejak kehidupan di Mars.
Rover Curiosity NASA menemukan molekul organik kompleks di Kawah Gale, Mars. Temuan ini memperkuat kemungkinan adanya bahan penyusun kehidupan di masa lalu.
WAHANA penjelajah milik NASA, Curiosity, kembali membuat temuan penting di Mars.
Rover Curiosity NASA temukan formasi batuan unik menyerupai sisik naga di Mars. Simak penjelasan ilmuwan JPL mengenai siklus air kuno di Planet Merah.
Temuan ini diungkap melalui serangkaian foto terbaru yang memperlihatkan pola poligon aneh menyerupai sisik reptil raksasa yang membatu.
Bercak hitam di Mars kembali jadi sorotan ilmuwan. NASA dan ESA mengungkap fenomena ini kemungkinan dipicu debu kering, bukan aliran air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved