Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) akan mengizinkan puluhan ribu warga Venezuela untuk mencari perlindungan. Itu merupakan perubahan kebijakan yang signifikan dari era Trump sebelumnya.
Status dilindungi sementara (TPS) ditawarkan kepada orang-orang yang melarikan diri dari tekanan politik dan kekacauan ekonomi di negara Amerika Selatan itu.
Seorang pejabat senior dalam pemerintahan Presiden AS Joe Biden, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada wartawan bahwa lebih dari 300 ribu warga Venezuela diperkirakan memenuhi syarat.
Semua warga Venezuela yang dipertimbangkan sudah berada di AS dan para pancari suaka itu sekarang akan dapat terhindar kemungkinan untuk deportasi dengan izin tinggal yang diberikan hingga September 2022.
"Kondisi kehidupan di Venezuela menunjukkan sebuah negara dalam kekacauan, tidak mampu melindungi warganya sendiri," kata Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas.
"Pada saat keadaan luar biasa dan sementara seperti inilah Amerika Serikat melangkah maju untuk mendukung warga negara Venezuela yang memenuhi syarat yang sudah ada di sini, sementara negara asal mereka berusaha untuk keluar dari krisis saat ini," terangnya.
Donald Trump menolak status dilindungi tersebut sebagai bagian dari tindakan keras garis kerasnya terhadap aturan imigrasi dan pengungsi.
Saat menjabat pada Januari, Biden segera mulai membalikkan apa yang dia katakan sebagai kebijakan perbatasan Trump yang tidak manusiawi.
Demokrat telah mendapat tekanan dari Partai Republik karena apa yang mereka katakan adalah sikap lalai yang akan menyebabkan jumlah imigran ilegal yang tidak terkendali.
Tetapi pemerintahan tersebut menolak, dengan menggarisbawahi bahwa pintu tidak dibuka untuk pendatang baru - hanya untuk mereka yang sudah ada di sini, yang sekarang akan memenuhi syarat untuk tinggal selama 18 bulan.
Menurut pejabat senior pemerintah tersebut, itu karena kondisi sementara yang luar biasa di Venezuela dan karena tidak aman bagi warga Venezuela untuk kembali ke negara asalnya.
TPS memungkinkan orang yang melarikan diri dari kerusuhan atau bencana alam untuk tetap tinggal dan bekerja untuk waktu yang terbatas. (AFP/Nur/OL-09)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Trump mengeklaim bahwa pasukan AS akan menjadi sasaran empuk dalam kasus seperti itu, demikian klarifikasi surat kabar tersebut
Nielsen mengatakan keinginan Trump untuk memiliki atau mengendalikan Greenland telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.
Rekaman video terbaru dari Minneapolis membuktikan agen ICE memberikan pernyataan palsu di bawah sumpah terkait penembakan dua imigran. Skandal ini mengguncang "Operation Metro Surge".
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Hakim Alvin Hellerstein pertimbangkan izin bagi Nicolas Maduro gunakan dana Venezuela untuk biaya hukum.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved