Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSIN virus korona baru (covid-19) sedang dikembangkan oleh tim peneliti Thailand bekerja sama dengan University of Pennsylvania diperkirakan akan memasuki produksi massal pada akhir kuartal ketiga tahun depan.
Menurut tim peneliti, primata nonmanusia yang menerima dosis kedua vaksin mengalami tingkat tinggi antibodi covid-19.
Mereka menyebutnya sebagai tanda yang menggembirakan mengingat uji coba pada manusia yang dijadwalkan di Oktober.
Tim peneliti--yang dipimpin oleh Kiat Ruxrungtham dari Pusat Penelitian Vaksin Chula--mencatat kemajuan dalam pekerjaan mereka.
Tim telah menguji Cu-Cov19, vaksin mRNA, pada 13 kera di Pusat Penelitian Primata Nasional Universitas Chulalongkorn di Saraburi.
Thailand memulai tahap klinis vaksin covid-19-nya sendiri setelah monyet dan tikus menghasilkan antibodi yang memuaskan terhadap virus setelah disuntik, menurut para ilmuwan dalam penelitian ini.
“Kami berharap vaksin ini dapat menghasilkan antibodi penetral pada manusia yang terlihat pada monyet dan tikus,” kata Kiat dalam sebuah pengarahan pada Minggu lalu di Bangkok.
Jika uji coba berhasil, Thailand dapat memiliki vaksin sendiri pada paruh kedua 2021.
Baca juga: Beijing: Penelusuran Asal Virus Covid Harus Lampaui Banyak Negara
BioNet Asia, mitra pusat, diperkirakan akan memproduksi jutaan dosis pada akhir tahun depan, kata Kiat.
Chutitorn Ketloy, anggota tim peneliti, mengatakan kera yang divaksinasi antara Mei dan Juni telah mengembangkan kekebalan terhadap covid-19, dengan tingkat antibodi mencapai 5.120 setelah menerima dosis kedua.
Sementara tikus yang disuntik dengan vaksin itu tercatat memiliki tingkat antibodi hingga 40.960, menunjukkan efek vaksin menurun ketika ukuran subjek uji meningkat, tambah peneliti.
"Ini adalah hasil yang signifikan, karena kita sekarang mengerti respons antibodi akan turun 5-10 kali ketika vaksin diberikan pada manusia," kata Kiat.
"Tetapi bahkan dengan penurunan seperti itu, kekebalan terhadap penyakit virus korona dapat dicapai selama tingkat respons antibodi di atas 1.000, yang merupakan tingkat yang kami harapkan untuk terjadi dalam uji coba (manusia)." (Bangkok Post/A-2)
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Sp.A menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Campak dikenal sebagai penyakit virus yang sangat mudah menular melalui udara.
Pneumonia bakterial sekunder terjadi karena infeksi bakteri saat atau setelah terkena campak.
Kemenkes tetapkan vaksin meningitis dan polio sebagai syarat wajib haji 2026. Simak aturan waktu pemberian dan tips kesehatan dari ahli di sini.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved