Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN yang melanda fasilitas nuklir utama Iran telah menyebabkan kerusakan signifikan. Hal itu dikatakan juru bicara badan energi nuklir Iran, Minggu (5/7).
Dia mengatakan penyebab kebakaran pada Kamis (2/7) lalu di situs pengayaan Natanz telah ditentukan, tetapi tidak memberikan rincian. Kebakaran terjadi enam hari setelah ledakan di dekat kompleks militer Parchin.
Juru bicara itu menambahkan mesin yang hancur akan digantikan dengan peralatan yang lebih canggih.
Api melumat bengkel perakitan sentrufugal. Beberapa pejabat Iran menyalahkan kemungkinan sabotase dunia maya.
Baca juga: Trump akan Gelar Kampanye Terbuka di New Hampshire
Sentrifugal diperlukan untuk menghasilkan uranium yang diperkaya, yang dapat digunakan untuk membuat bahan bakar reaktor tetapi juga senjata nuklir.
Behrouz Kamalvandi selaku juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengatakan para pejabat keamanan tidak mengungkap apa yang menyebabkan kebakaran Natanz karena alasan keamanan.
Insiden itu, ujarnya, telah menyebabkan kerusakan signifikan, tetapi tidak ada korban jiwa.
Kebakaran dan ledakan lainnya juga terjadi dalam sepekan terakhir di Iran.
Kamalvandi menambahkan, "Insiden itu dapat memperlambat pengembangan dan produksi sentrifugal canggih dalam jangka menengah. Iran akan mengganti bangunan yang rusak dengan yang lebih besar yang memiliki peralatan lebih maju."
Kebakaran terjadi di salah satu gudang industri yang sedang dibangun di Natanz, kata Kamalvandi.
AEOI kemudian menerbitkan foto yang memperlihatkan sebagian bangunan terbakar, yang diidentifikasi oleh para analis yang berbasis di Amerika Serikat (AS) sebagai bengkel perakitan sentrifugal baru.
Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan mereka percaya kebakaran itu adalah hasil dari serangan dunia maya, tetapi tidak membeberkan bukti.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang memantau kepatuhan Iran dengan kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia, mengatakan pihaknya mengantisipasi tidak ada dampak pada kegiatan verifikasi. (BBC/OL-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Tak cuma Iran, negara-negara sekutu seperti Prancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Korsel, Jepang, Kanada, dll pun mulai berani berkata 'tidak' kepada mereka.
PRESIDEN Prabowo Subianto membuka kemungkinan penggunaan energi nuklir sebagai pembangkit listrik di Indonesia, meski menekankan keputusan akhir tetap bergantung pada kajian para ahli.
Presiden Emmanuel Macron mengumumkan transformasi besar kebijakan pertahanan nuklir Prancis. Delapan negara Eropa akan bergabung dalam strategi "Advanced Deterrence".
Simak profil lengkap Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang wafat pada 2026. Jejak politik, revolusi, hingga babak baru suksesi Iran.
IRAN membantah keras tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran tengah mengembangkan rudal berjangkauan hingga Amerika Serikat termasuk ambisi nuklir militer
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas guna menekan Iran agar bersedia mencapai kesepakatan dengan Washington.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved