Warga AS Unjuk Rasa Tuntut Perekonomian Dibuka Kembali

Nur Aivanni
20/4/2020 17:08
Warga AS Unjuk Rasa Tuntut Perekonomian Dibuka Kembali
Sejumlah warga di Olympia, Washington lakukan unjuk rasa menentang terkait dengan lockdown(AFP)

PARA pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di negara bagian di AS. Mereka menuntut agar gubernur untuk membuka kembali ekonomi yang ditutup karena pandemi virus korona baru atau covid-19.

Dikutip dari BBC, Senin (20/4), aksi unjuk rasa di negara bagian Arizona, Colorado, Montana dan Washington berlangsung pada Minggu (19/4), menyusul protes sebelumnya di enam negara bagian.

Pergolakan untuk melonggarkan pembatasan di tengah pandemi telah tumbuh, meskipun ada risiko covid-19 muncul kembali akibat pembukaan pembatasan yang terlalu cepat.

AS telah menjadi pusat pandemi covid-19, dengan lebih dari 735.000 kasus dan sekitar 40.000 kematian, tetapi tanda-tanda telah muncul bahwa negara itu mencapai puncak wabah dan tingkat infeksi melambat di beberapa negara bagian.

Di negara bagian Washington, ratusan orang - banyak dari mereka mengabaikan pedoman jaga jarak sosial - berkumpul di ibukota negara bagian untuk menuntut gubernur melonggarkan aturan yang membatasi ekonomi.

Gubernur di beberapa negara bagian telah memulai diskusi untuk merencanakan pembukaan kembali di tengah tanda-tanda perlambatan wabah, tetapi daerah lain tetap berada di bawah penguncian wilayah atau lockdown yang ketat.

Gubernur California Gavin Newsom adalah yang pertama di negara itu yang mengeluarkan perintah tetap berada di rumah bagi warganya sejak 19 Maret. Negara bagian lainnya, seperti Washington dan Oregon mengikutinya beberapa hari kemudian.

Pekan ini, Gubernur New York Andrew Cuomo mengumumkan bahwa negara akan memperpanjang perintah tetap berada di rumah sampai 15 Mei.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump telah mengisyaratkan dukungan kepada para pengunjuk rasa tersebut.

Gubernur Washington Jay Inslee menyebut dukungan presiden terhadap para pengunjuk rasa "berbahaya". (BBC/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya