Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara terhadap kelompok pro Iran di Irak, menyusul kematian dua orang warga AS dan seorang warga Inggris dalam serangan roket di Irak.
Melalui pernyataan resmi, Pentagon mengungkapkan operasi tersebut menargetkan lima fasilitas senjata dari kelompok bersenjata Kataeb Hezbollah di Irak. "Fasilitas penyimpanan senjata ini menampung senjata yang digunakan untuk menargetkan AS dan pasukan koalisi," bunyi pernyataan tersebut.
Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, mengatakan pihaknya tidak akan mentolerir serangan terhadap rakyat, kepentingan, maupun sekutu. "Seperti yang telah kami tunjukkan dalam beberapa bulan terakhir. Kami akan mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk melindungi pasukan di Irak dan kawasan," ujar Esper dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, Esper memperingatkan "semua opsi ada di atas meja" untuk membalas kematian tiga tentara, akibat rentetan serangan 18 roket di pangkalan udara Taji pada Rabu (11/3) waktu setempat.
Baca juga: Pemimpin Dunia Kecam Serangan Rudal Iran
Serangan di pangkalan udara Taji menyasar fasilitas AS di Irak, termasuk kedutaan AS. Ini merupakan serangan ke-22 sejak akhir Oktober lalu. Sementara itu, tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Washington menyalahkan faksi yang didukung Iran dari jaringan Hashed al-Shaabi atas kekerasan serupa belum lama ini.
Empat belas lainnya terluka dalam serangan pangkalan udara Taji, termasuk warga AS, Inggris dan Polandia. Seorang pejabat AS menyatakan serangan tersebut dimulai pukul 01.00 pagi waktu setempat, dengan menggunakan berbagai jenis pesawat. Itu merupakan operasi khusus AS, bukan operasi koalisi.
Kepada AFP, seorang sumber keamanan Irak menyatakan lima rudal berat menghantam wilayah Jurf al-Sakhr di selatan Baghdad, yang dikuasai Kataeb Hezbollah. Ledakan itu mengguncang area permukiman di dekatnya. Pasukan militer Irak pun bersiaga. Serangan roket telah memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan baru antara AS dan Iran.(AFP/OL-11)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
PMF menyebut lebih dari tujuh serangan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, yang menyebabkan kerusakan material namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Iran resmi bebaskan kapal Irak melintasi Selat Hormuz di tengah ancaman 48 jam dari Donald Trump. Simak dampak blokade terhadap harga minyak mentah dunia.
Rincian mengenai korban atau cakupan kerusakan masih belum tersedia, sebut sumber tersebut.
IRAK akhirnya mengakhiri dahaga panjang selama empat dekade untuk kembali berlaga di panggung tertinggi sepak bola jagat raya.
Turki sinyalkan intervensi ke Irak utara jika PKK dan PJAK terlibat perang Iran. Erdogan tegaskan sikap itu kepada Trump di tengah eskalasi konflik kawasa
Video geolokasi terbaru menunjukkan sistem pertahanan udara AS berusaha mencegat serangan drone dan roket di dekat Kedubes AS di Baghdad.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved