Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Para analis menyebut praktik tak berperikemanusiaan Israel dengan menahan mayat orang-orang Palestina adalah perpanjangan kendali dan kejahatan perang.
Penggunaan ‘necroviolence’ oleh Israel pada jenazah-jenazah orang Palestina telah dikutuk sebagai bagian dari kebijakan Tel Aviv untuk melakukan kontrol lebih lanjut atas orang-orang yang tinggal di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki.
Pada Minggu (23/2), sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan buldoser Israel menimpa dan dengan kasar menarik mayat seorang warga Palestina yang telah ditembak oleh pasukan Israel di sebelah timur Khan Younis di Jalur Gaza.
Otoritas Israel menuduh pria yang diidentifikasi sebagai Mohammed Ali al-Naim, 27,--anggota gerakan Palestinian Islamic Jihad (PIJ), sedang berusaha untuk menanam alat peledak di dekat pagar Israel.
Muthana al-Najjar, jurnalis yang merekam video tersebut, mengatakan buldoser Israel, yang disertai dengan tank Merkava, menggilas tubuh al-Naim. Tubuhnya menggantung di tepi pisau garuk buldoser.
Menurut Budour Hassan, seorang peneliti hukum dari Jerusalem Legal Aid and Human Rights Center (JLAC), ‘necroviolence’-- tindakan mempermalukan jenzah manusia-- adalah cara untuk melakukan kontrol atas tubuh orang-orang Palestina.
"Kami melihatnya sebagai perpanjangan dari seluruh kebijakan yang dirancang oleh Israel untuk mengendalikan jenazah orang-orang Palestina," kata Hassan kepada Al-Jazeera.
Menurutnya, Israel melakukan bentuk-bentuk penghinaan yang serupa pada mayat secara diam-diam di kamar mayat atau di kuburan massal.
Lebih jauh lagi, Abu Kabir Forensic Institute di Tel Aviv, yang menahan mayat warga Palestina dalam dugaan serangan terhadap orang Israel, terkenal sebagai tempat pengambilan organ dan bagian tubuh orang Palestina.
Menurut JLAC dan Adalah Legal Center for Arab Minority Rights, sebuah LSM, Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki kebijakan penyitaan jenazah manusia. Negara ini bergantung pada peraturan yang berasal dari 1945 (selama Mandat Inggris) sebagai alasan.
Namun, hukum internasional menganggap praktik ini sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Menurut Konvensi Jenewa, pihak-pihak dalam konflik bersenjata harus memakamkann yang meninggal dengan cara yang terhormat.
Ramy Abdu, pendiri Euro-Mediterranean Human Rights Monitor, mengatakan tindakan Israel menahan jenazah-jenazah orang-orang Palestina merupakan kekerasan kolektif yang dianggap sebagai kejahatan perang. (Aljazeera/Hym/OL-10)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Sebanyak 415 tentara AS terluka dan 13 tewas dalam operasi melawan Iran. Konflik meningkat sejak serangan gabungan AS-Israel pada Februari.
PBB catat 38.000 perempuan dan anak perempuan tewas di Gaza hingga akhir 2025 akibat perang. Rata-rata 47 nyawa melayang setiap hari di tengah hancurnya infrastruktur.
RENCANA pengendalian bersama Selat Hormuz oleh Amerika Serikat dan Iran menjadi dinamika baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Timur Tengah, di tengah konflik
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia menunjukkan situasi internasional berada dalam kondisi rawan.
Kasus ini bermula dari rapuhnya harmonisasi komunikasi di ruang digital
Partai Gema Bangsa mengutuk tanpa kompromi setiap tindakan agresi militer dan pelanggaran kedaulatan negara yang memicu eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved