Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak menindak demonstran yang turun ke jalan setelah Iran mengakui menembak pesawat milik Ukraina secara tidak sengaja. Insiden itu mengakibatkan tewasnya 176 orang di dalam pesawat.
“Pemerintah Iran harus mengizinkan kelompok-kelompok hak asasi manusia untuk memantau dan melaporkan fakta-fakta dari lapangan atas protes yang sedang berlangsung oleh rakyat Iran,“ cuit Donald Trump pada akun sosial media Twitternya, kemarin.
Pesan ini dicuitkan oleh Trump setelah polisi Iran membubarkan para demonstran yang meneriakan slogan radikal,
Sebelumnya Iran akhirnya mengakui telah menembak jatuh pesawat Ukraine International Airlines menggunakan rudal.
Kebanyakan penumpangnya adalah mahasiswa Iran dan Kanada.
Iran menyatakan penyesalan mendalam dan permintaan maaf kepada pihak yang terdampak peristiwa tersebut.
“Internal investigasi angkatan bersenjata menyimpulkan bahwa kesalahan manusia berdampak pada jatuhnya pesawat Ukraina dan kematian 176 orang tak bersalah. Investigasi dilanjut untuk mengidentifikasi dan menuntut atas tragedi besar ini dan kesalahan tak termaafkan,” cuit Presiden Iran Hassan Rouchani lewat akun Twitter-nya, Sabtu (11/1).
Komandan Dirgantara Pengawal Revolusi Iran, Brigjen Amirali Hajizadeh mengaku bertanggung jawab penuh atas penembakan jet penumpang Ukraina.
Angkatan Bersenjata Iran menyebutkan pesawat itu ditembak lantaran dikira sebagai pesawat musuh. Pasalnya, dalam waktu yang sama, militer Iran berada pada kesiapan level tertinggi di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS.
Sementara itu, panglima Garda Revolusi, Mayjen Hossein Salami kemarin memberi keterangan tertutup kepada parlemen Iran tentang pembunuhan petinggi militer Qasem Soleimani, pembalasan dari Iran dan jatuhnya pesawat Ukraina.
Unjuk rasa mahasiswa
Dilansir dari AFP, ratusan demonstran yang merupakan mahasiswa telah berkumpul pada sore hari di Universitas Amir Kabir, Teheran. Awalnya, mereka hanya datang untuk mengenang korban tewas dalam insiden pesawat Ukraina. Namun mereka kemudian menyalurkan kemarahan saat malam hari tiba.
Mereka meminta orang-orang yang bertanggung jawab untuk dipecat dan diadili. Tuntutan pemecatan dan pemeriksaan tersebut juga disuarakan oleh media massa di Iran.
Menurut laporan media, akses internet secara efektif terputus di beberapa provinsi di Iran menjelang peringatan protes yang direncanakan.
Unjuk rasa kali ini terjadi tidak lama setelah warga turun ke jalan memprotes kenaikan harga BBM pada November 2019. Amnesty International menyebut sedikitnya 300 warga Iran tewas dalam unjuk rasa BBM tersebut. (Rif/X-11)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved