Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN akan memutuskan, Minggu (5/1), tentang langkah selanjutnya untuk melanjutkan komitmennya pada perjanjian nuklir 2015 dengan negara-negara besar.
Hal itu diutarakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, beberapa hari setelah pembunuhan komandan militer Iran, Qassem Soleimani, oleh Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian 2015 antara Teheran dan enam kekuatan utama pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran yang telah melumpuhkan ekonominya.
Permusuhan antara kedua negara meningkat tajam setelah serangan pesawat nirawak AS, Jumat (3/1) lalu, di Baghdad, Irak, yang menewaskan Soleimani.
"Malam ini, akan ada pertemuan yang sangat penting untuk memutuskan tentang langkah nuklir kita selanjutnya dan pelaksanaan kesepakatan ... mengingat ancaman baru-baru ini (oleh AS) harus digarisbawahi dalam politik, semua perkembangan dan ancaman terkait satu sama lainnya," kata juru bicara Abbas Mousavi seperti dikutip oleh kantor berita negara, IRNA.
Baca juga: Warga Kashmir Tempuh Perjalanan Berjam-jam untuk Akses Internet
Sebagai reaksi terhadap kebijakan AS tentang 'tekanan maksimum' sejak Trump menarik diri dari perjanjian nuklir, Iran secara bertahap menjauhkan diri dari kesepakatan itu. Teheran berupaya mengekang kegiatan nuklirnya dengan imbalan pencabutan banyak sanksi internasional.
Iran telah memperingatkan pihak mereka akan mengurangi komitmennya jika pihak-pihak Eropa dalam perjanjian gagal melindungi ekonomi Teheran dari sanksi AS.
Pada November, Iran memberi Inggris, Prancis, dan Jerman tenggat 60 hari ketiga untuk menyelamatkan kesepakatan atau menghadapi penurunan lebih lanjut dari komitmen Iran untuk pakta nuklir. (Ahram Online/OL-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Tak cuma Iran, negara-negara sekutu seperti Prancis, Inggris, Spanyol, Jerman, Korsel, Jepang, Kanada, dll pun mulai berani berkata 'tidak' kepada mereka.
PRESIDEN Prabowo Subianto membuka kemungkinan penggunaan energi nuklir sebagai pembangkit listrik di Indonesia, meski menekankan keputusan akhir tetap bergantung pada kajian para ahli.
Presiden Emmanuel Macron mengumumkan transformasi besar kebijakan pertahanan nuklir Prancis. Delapan negara Eropa akan bergabung dalam strategi "Advanced Deterrence".
Simak profil lengkap Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang wafat pada 2026. Jejak politik, revolusi, hingga babak baru suksesi Iran.
IRAN membantah keras tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran tengah mengembangkan rudal berjangkauan hingga Amerika Serikat termasuk ambisi nuklir militer
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas guna menekan Iran agar bersedia mencapai kesepakatan dengan Washington.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved