Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) kembali menambah sanksi yang dijatuhkan terhadap Iran, Kamis (31/10).
Kali ini, sanksi yang diberlakukan membidik sektor konstruksi Iran, yang oleh Washington dikaitkan dengan Garda Revolusi Iran.
Sanksi tersebut juga akan menargetkan empat bahan strategis yang digunakan sehubungan dengan program nuklir, militer, atau rudal balistik Iran.
“Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menjatuhkan sanksi setelah sektor konstruksi diidentifikasi dikendalikan langsung atau tidak langsung oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC)," terang juru bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan.
Ketegangan Iran dengan AS telah meningkat tajam sejak Presiden AS Donald Trump, tahun lalu, menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan mulai menerapkan kembali sanksi unilateral yang melumpuhkan.
Baca juga: Presiden Irak Sebut PM Abdul Mahdi Setuju Mundur
“Sanksi terbaru akan membantu menjaga pengawasan program nuklir sipil Iran, mengurangi risiko proliferasi, membatasi kemampuan Iran untuk mempersingkat 'waktu jeda' membuat senjata nuklir, dan mencegah rezim menyusun kembali situs-situs untuk tujuan sensitif proliferasi," ujar Ortagus.
“Keputusan untuk melanjutkan dengan pembatasan pada program nuklir Iran memberi Amerika Serikat wewenang tambahan untuk mencegah Iran dari memperoleh bahan strategis untuk IRGC, sektor konstruksinya, dan program proliferasi," sambungnya.
Iran pun membalas sanksi-sanksi AS dengan menentang kepatuhannya pada bagian-bagian dari perjanjian nuklir hingga bantuan sanksi dipulihkan.
Pada 1 Juli lalu, Iran mengatakan telah meningkatkan persediaan uraniumnya hingga melampaui batas maksimum 300 kilogram sebagaimana yang ditentukan dalam kesepakatan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), dan seminggu kemudian mengumumkan telah melampaui batas 3,67% pada kemurnian stok uraniumnya.
Adapun pada 7 September, Iran juga meluncurkan sentrifugal canggih untuk meningkatkan stok uraniumnya. (AFP/OL-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved