Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Iran Hassan Rouhani mengatakan negaranya akan mengusulkan rencana perdamaian kawasan Teluk pada Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Hal itu akan diimplementasikan dalam bentuk kerja sama regional.
Saat ini banyak pasukan asing yang hadir di kawasan Teluk. "Pasukan asing dapat menyebabkan masalah dan ketidakamanan untuk rakyat dan wilayah kita," kata dia pada Minggu (22/9).
Ia meminta agar pasukan asing di Teluk hengkang dan menjauh. "Kehadiran kalian selalu membawa rasa sakit dan kesengsaraan untuk wilayah ini. Semakin jauh kalian dari kawasan dan negara kami, semakin akan ada keamanan untuk wilayah kami," ujar Rouhani.
Dia mengungkapkan rencana perdamaian itu akan disuguhkan kepada PBB dalam beberapa hari mendatang. "Dalam momen bersejarah yang sensitif dan penting ini, kami mengumumkan kepada tetangga kami bahwa kami mengulurkan tangan persahabatan serta persaudaraan kepada mereka," katanya.
Tahun ini telah terjadi ketegangan yang terus-menerus antara AS dan Iran, menyusul pengunduran diri Presiden Donald Trump dari sebuah perjanjian yang bertujuan membatasi kegiatan nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi.
Titik api terbaru disebabkan serangan pesawat nirawak dan rudal pada fasilitas minyak Saudi di Abqaiq dan Khurais pada 14 September lalu.
Rouhani berbicara pada peringatan dimulainya perang Iran-Irak 1980-1988 dan di samping serangkaian parade militer di Teheran dan kota-kota lain.
"Pasukan asing dapat menyebabkan masalah dan rasa tidak aman bagi rakyat kami dan wilayah kami," ujarnya dalam pidato yang disiarkan televisi.
Inisiatif perdamaian
Pemberontak Houthi di Yaman yang juga telah membuat inisiatif perdamaian, mengatakan, mereka akan mengakhiri semua serangan terhadap Saudi asalkan kerajaan dan sekutunya melakukan hal yang sama.
PBB menyambut baik proposal dari Houthi, kelompok pemberontak di Yaman yang didukung Iran, untuk mengakhiri semua serangan terhadap Arab Saudi sebagai bagian dari inisiatif perdamaian.
Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, menyambut baik penghentian serangan dan seruan untuk solusi politik yang diumumkan Houthi. "Utusan khusus menekankan pentingnya memanfaatkan peluang ini dan bergerak maju dengan semua langkah yang diperlukan untuk mengurangi kekerasan, eskalasi militer, dan retorika yang tidak membantu," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan dari kantornya.
Sementara itu, dalam pengumuman yang disiarkan televisi, Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, Mahdi al-Mashat, mengatakan kelompoknya akan mengakhiri semua serangan terhadap Arab Saudi, asalkan kerajaan dan sekutunya melakukan hal yang sama.
"Kami berhak untuk membalas dan merespons jika tidak ada reaksi terhadap inisiatif kami," ujarnya.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, mengatakan senjata yang digunakan dalam serangan itu ialah milik Iran. Pemerintah Saudi akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan setelah penyelidikan selesai.
"Kerajaan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab dalam mengutuk mereka yang mendukung tindakan ini," ujarnya. (AFP/BBC/I-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved