Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) memasukkan tanker Iran bernama Adrian Darya 1 ke daftar hitam. Dikenal sebelumnya sebagai Grace 1, kapal itu sempat ditahan otoritas Gibraltar selama enam pekan.
Penahanan dilakukan karena Adrian Darya 1 dicurigai membawa minyak menuju Suriah, yang merupakan sebuah pelanggaran di bawah sanksi Uni Eropa. Selang beberapa waktu, Gibraltar memutuskan membebaskan Adrian Darya 1 beserta para krunya.
AS berusaha mencegah Adrian Darya 1 keluar dari Gibraltar, namun tidak berbuah hasil. Kini, Adrian Darya sedang berlayar di sekitar Laut Mediterania.
Kementerian Keuangan AS, Jumat (30/8), mengatakan tanker tersebut adalah sebuah "properti yang telah diblokir" di bawah aturan antiteroris.
"Siapa pun yang memberikan bantuan kepada Adrian Darya 1 terancam dijatuhi sanksi," ujar Kemenkeu AS, dikutip dari laman AFP, Sabtu (31/8).
Baca juga: Facebook Perketat Iklan Kampanye Politik Jelang Pilpres AS
Kapten Adrian Darya 1, Akhilesh Kumar, juga dimasukkan dalam daftar hitam oleh AS.
Meski Iran membantah akan menjual minyak di Adrian Darya 1 ke Damaskus, sejumlah pakar memprediksi mungkin kargo itu akan ditansfer dari kapal ke kapal, sebelum nantinya berakhir di Suriah.
Sebelumnya, Lebanon membantah menerima kedatangan Adrian Darya 1. Minyak di kapal tersebut disebut-sebut berjumlah 2,1 juta barel, dengan nilai sekitar US$140 juta atau setara Rp1,9 triliun.
Sejumlah pengawas lalu lintas maritim menunjukkan bahwa Turki adalah salah satu destinasi Adrian Darya 1 di masa mendatang.
"Tanker ini tidak bergerak ke Iskenderun (di Turki), tapi ke Lebanon," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam kunjungannya ke Oslo.
Lebanon langsung membantahnya dan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membeli minyak mentah karena memang tidak memiliki fasilitas kilang. (Medcom/OL-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved