Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN mengatakan bahwa pihaknya telah memperingatkan Washington agar tidak berusaha lagi merampas kapal tanker Iran yang telah meninggalkan Gibraltar.
“Iran telah memberikan peringatan yang diperlukan kepada para pejabat Amerika melalui saluran resminya untuk tidak membuat kesalahan seperti itu karena akan memiliki konsekuensi yang serius,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, pada konferensi pers, kemarin.
Abbas mengatakan bahwa perintah pengadilan Gibraltar untuk membebaskan kapal tanker Iran merupakan pukulan bagi ‘unilateralisme’ AS.
“Amerika tidak terlalu berhasil dengan sanksi sepihak mereka yang tidak memiliki dasar hukum. Mereka harus sadar bahwa intimidasi dan unilateralisme tidak mendapat tempat di dunia saat ini,” ujarnya.
Mousavi juga mendesak negara-negara lain untuk tidak menyetujui sanksi yang telah dijatuhkan AS terhadap Iran. “Karena sanksi itu tidak sah dan tidak memiliki dasar hukum,” ujarnya.
Sebelumnya, Iran telah berselisih dengan Inggris yang merupakan sekutu AS. Pada 4 Juli, pasukan Inggris Royal Marines menahan kapal tanker Iran di lepas pantai Gibraltar yang merupakan wilayah Inggris. Kapal tanker Iran itu dicurigai mengirimkan minyak ke Suriah dan melanggar sanksi Uni Eropa.
Dua minggu berikutnya, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran ganti menyita sebuah kapal tanker berbendera Inggris di perairan Teluk.
Ketegangan antara Iran dan musuh bebuyutannya, Amerika Serikat, telah meningkat sejak AS melalui Presiden Donald Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir, pada Mei 2018. AS juga mulai menjatuhkan sanksi terhadap republik Islam itu sebagai bagian dari kampanye ‘tekanan maksimum’.
Iran pun menanggapinya dengan menangguhkan beberapa komitmen mereka di bawah kesepakatan nuklir.
Pada puncak krisis di Juni lalu, Trump sempat mengupayakan serangan udara terhadap Iran, tetapi membatalkannya pada menit-menit akhir. (AFP/*/X-11)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved