Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) mengirim pesawat yang membawa pasukan penyerang angkatan laut dan satuan pembom ke wilayah Timur Tengah. Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bloton, menyatakan langkah itu sebagai pesan kuat terhadap Iran.
"Menanggapi sejumlah indikasi dan peringatan yang merisaukan, AS mengerahkan kapal induk pembawa pasukan penyerang USS Abraham Lincoln. Berikut juga satuan tugas pembom ke wilayah Komando Pusat AS," ujar Bolton melalui pernyataan resmi.
Penyebaran itu bertujuan mengirimkan pesan yang jelas kepada rezim Iran.
"Bahwa setiap serangan terhadap kepentingan AS atau sekutu, akan ditanggapi dengan kekuatan yang tak ada habisnya," lanjut Bolton.
Baca juga: Trump Ancam Penaikan Tarif, Bursa Saham Asia Melemah
"AS tidak menginginkan perang dengan rezim Iran. Akan tetapi, kami sepenuhnya siap untuk menanggapi serangan apapun, apakah dengan perwakilan, Korps Pengawal Revolusi Islam, atau pasukan reguler Iran," tegas Bolton masih dalam keterangannya.
Pernyataan Bolton tidak secara khusus menjelaskan mengapa pengerahan pasukan dilakukan sekarang. Namun, langkah AS muncul di tengah eskalasi mematikan antara gerilyawan Palestina di Gaza dan Israel. Kedua belah pihak saling menembakkan roket dan serangan udara dalam beberapa hari terakhir.
Di samping itu, penyebaran pasukan dilakukan ketika ketegangan hubungan AS-Iran meningkat. Khususnya mengenai program nuklir Iran, di mana AS menargetkan sanksi terhadap ekspor uranium Iran. (AFP/OL-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved