Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog, mengajak seluruh perempuan di Indonesia untuk terus mengembangkan potensi diri. Langkah ini dinilai krusial agar perempuan mampu tampil lebih berdaya dan mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Psikolog yang akrab disapa Prof. Romy ini menekankan bahwa sosok Raden Ajeng Kartini tetap menjadi teladan utama bagi perempuan masa kini. Semangat Kartini dalam memperjuangkan pendidikan harus diterjemahkan ke dalam upaya peningkatan kualitas diri di berbagai aspek kehidupan.
Menurut Prof. Romy, perempuan harus membekali diri dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Hal ini diperlukan agar mereka mampu mencari solusi dari berbagai sudut pandang saat menghadapi persoalan. Kemampuan tersebut tidak datang dengan sendirinya, melainkan melalui proses belajar yang berkelanjutan.
“Mereka (perempuan) harus tahu cara menyelesaikan masalah dengan berbagai macam cara atau melihat suatu masalah dari angle yang berbeda,” ujar Prof. Romy saat dihubungi di Jakarta.
Ia merinci beberapa pilar utama yang harus diperkuat oleh perempuan untuk membangun ketangguhan diri:
| Aspek Pengembangan | Metode Pengembangan |
|---|---|
| Pendidikan & Pengetahuan | Menempuh pendidikan formal, non-formal, serta rajin membaca informasi terkini. |
| Keterampilan Sosial | Melatih kemampuan berbicara secara asertif untuk menyampaikan pikiran dan keinginan. |
| Kemandirian | Membangun kemandirian ekonomi dan mental agar tidak bergantung pada pihak lain. |
| Kekuatan Moral | Kemampuan memilah informasi dan nilai baik-buruk sejak dini. |
Lebih lanjut, Prof. Romy menyoroti pentingnya peran keluarga dalam menstimulasi kekuatan anak perempuan sejak di rumah. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua dalam mendampingi anak mengakses informasi.
“Pendidikan itu bukan saja formal, tetapi banyak pendidikan lain yang harus distimulasi oleh orangtua di rumah. Ini perlu diberikan agar anak perempuan bisa survive dan memiliki moral untuk memilah mana yang baik dan buruk,” tambahnya.
Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah mengenai kemampuan berbicara asertif. Prof. Romy menilai, banyak perempuan yang terjebak dalam situasi intimidasi atau kekerasan karena tidak memiliki keberanian untuk bersuara atau melapor.
Ketergantungan terhadap pelaku kekerasan seringkali menjadi penghambat utama korban untuk mencari keadilan. Oleh karena itu, kemandirian menjadi kunci bagi perempuan untuk melepaskan diri dari lingkaran tersebut.
“Sebagai perempuan, mereka harus punya kemampuan untuk lebih mandiri, bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, dan juga keluarganya. Dengan kemandirian, ketergantungan itu bisa dilepaskan,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
PT IWIP mendobrak stigma gender di industri pertambangan melalui pelatihan operator alat berat dan lingkungan kerja inklusif bagi perempuan di Maluku Utara.
Swiss-Belhotel International wilayah Jogja & Solo gelar aksi sosial di Rifka Annisa Women Crisis Center guna peringati Hari Kartini dan dukung emansipasi.
Aston Gejayan Yogyakarta sukses gelar Beauty Class Own Your Glow memperingati Hari Kartini, diikuti peserta lintas generasi dari anak SD hingga lansia.
PSIPP ITB-AD Jakarta dan Kementerian UMKM gelar pelatihan inklusif bagi perempuan pelaku usaha di Tangsel guna memperkuat kemandirian ekonomi dan legalitas.
Mendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menjaga pelaksanaan TKA agar tetap kredibel, transparan, dan berintegritas di seluruh wilayah Indonesia.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengatasi kendala tersebut agar tidak terjadi di tahun berikutnya.
Dalam konteks ini, pendidikan vokasi seharusnya menjadi solusi strategis. Namun untuk memahami bagaimana seharusnya vokasi berfungsi, kita perlu melihat praktik terbaik global.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan komitmennya melakukan perbaikan besar-besaran sektor pendidikan, mulai dari renovasi fisik sekolah hingga penguatan kualitas pembelajaran.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved