Hari Kartini 2026: PSIPP ITB-AD dan Kementerian UMKM Perkuat Ekonomi Perempuan di Tangsel

Media Indonesia
22/4/2026 15:12
Hari Kartini 2026: PSIPP ITB-AD dan Kementerian UMKM Perkuat Ekonomi Perempuan di Tangsel
Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Inklusif di Hotel Citra Dream Bintaro, Tangerang Selatan, pada 20–21 April 2026.(Dok. ITB-AD)

UPAYA memperkuat peran perempuan dalam sektor ekonomi terus digencarkan sebagai bagian dari semangat perayaan Hari Kartini 2026. Pusat Studi Islam, Perempuan dan Pembangunan (PSIPP) Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta berkolaborasi dengan Kementerian UMKM Republik Indonesia menggelar "Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Inklusif" di Hotel Citra Dream Bintaro, Tangerang Selatan, pada 20–21 April 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari perempuan pelaku usaha ultra mikro binaan ITB-AD melalui praktik ‘Kemuhammadiyahan Teologi al-Mu’an Berperspektif Perempuan (TABP)’, calon wirausaha muda, hingga pelaku UMKM berbasis komunitas. Peserta berasal dari berbagai wilayah seperti ‘Aisyiyah Depok, Ciputat, dan Pamulang, serta Alimat-KUPI. Bahkan, semangat pemberdayaan ini menarik perhatian peserta dari luar daerah, seperti Rohani, Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kedaton, Lampung, yang turut hadir langsung.

Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementerian UMKM, M. Firdaus, menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian bangsa. Ia mengingatkan para pelaku usaha untuk segera melengkapi aspek legalitas usaha mereka.

“Nomor Induk Berusaha (NIB) wajib dimiliki sebelum masuk ke tahap berikutnya seperti BPOM dan sertifikasi halal. Apalagi, mulai 17 Oktober 2026, produk UMKM, khususnya di Tangerang Selatan, harus sudah bersertifikasi halal,” tegas Firdaus dalam sambutannya.

Kepala PSIPP ITB-AD Jakarta, Yulianti Muthmainah, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan Kementerian UMKM yang telah diinisiasi sejak November 2025. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berhenti pada pelatihan teknis, tetapi juga pendampingan berkelanjutan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Teologi al-Mu’an Berperspektif Perempuan (TABP) adalah model filantropi Islam non-karitatif yang dikembangkan ITB-AD sejak 2016. Program ini melibatkan mahasiswa untuk melakukan observasi mendalam terhadap keluarga duafa yang dikepalai perempuan, melakukan penggalangan dana kreatif, dan memberikan bantuan sarana produktif (bukan uang tunai) seperti mesin cuci, kulkas, hingga alat masak untuk meningkatkan penghasilan secara mandiri.

UMKM Perempuan Naik Kelas

Yulianti menambahkan bahwa kolaborasi dengan Kementerian UMKM bertujuan memastikan keberlanjutan usaha para ibu binaan TABP. “Kami ingin memastikan usaha mereka tidak terhenti setelah mata kuliah Kemuhammadiyahan selesai. Mereka perlu dibekali peningkatan kapasitas, jaringan, dan teknis agar usahanya bisa melesat,” jelasnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi praktis yang meliputi pengelolaan keuangan keluarga dan literasi keuangan, penyusunan rencana bisnis (business plan), strategi pemasaran digital untuk menembus pasar yang lebih luas, dan arahan langsung dari Biro UMKM Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait pendaftaran izin usaha dan sertifikasi halal.

Melalui inisiatif ini, diharapkan pelaku usaha mikro perempuan tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga "naik kelas" menjadi penggerak utama ekonomi keluarga. Langkah ini menjadi bukti nyata terciptanya ekonomi inklusif yang berkeadilan di Indonesia. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya