Dugaan Perjokian dan Kecurangan UTBK 2026 di Surabaya, Ini Penjelasan UPNVJT dan Unair

Putri Rosmalia Octaviyani
22/4/2026 15:52
Dugaan Perjokian dan Kecurangan UTBK 2026 di Surabaya, Ini Penjelasan UPNVJT dan Unair
Terduga pelaku perjokian di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT).(Dok. UPNVJT)

PELAKSANAAN Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Surabaya diwarnai dengan temuan dugaan praktik perjokian. Dua perguruan tinggi negeri ternama, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur (UPNVJT) dan Universitas Airlangga (Unair), memberikan penjelasan terkait kronologi terungkapnya indikasi kecurangan UTBK tersebut pada sesi pertama ujian, Selasa (21/4/2026).

Staf Humas UPNVJT, Nizwan Amin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan seorang peserta yang terindikasi menggunakan identitas tidak sesuai saat ujian berlangsung di Gedung Research Center UPNVJT. Temuan ini bermula dari kecurigaan pengawas terhadap gerak-gerik peserta yang tampak gelisah.

"Sementara kecurangan itu kami catat dalam berita acara dan sudah kami laporkan ke pusat. Saat ini masih kami proses secara internal," ujar Nizwan Amin di Surabaya.

Modus Ketidaksesuaian Identitas

Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, ditemukan ketidaksesuaian antara data resmi pada sistem dengan fisik peserta yang hadir, meskipun foto yang tertera dalam dokumen terlihat serupa. Peserta yang diamankan di UPNVJT tersebut diketahui memilih Program Studi Kedokteran di Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Universitas Jember (Unej), dua prodi dengan tingkat persaingan yang sangat ketat.

Pihak panitia segera melakukan tindakan tegas dengan mencatat pelanggaran tersebut dalam berita acara kecurangan untuk diteruskan ke panitia pusat UTBK guna proses hukum dan administratif lebih lanjut.

Praktik perjokian dan kecurangan UTBK dalam seleksi masuk perguruan tinggi merupakan pelanggaran berat yang dapat berujung pada diskualifikasi permanen dan sanksi hukum bagi pelaku maupun pengguna jasa.

Respons Universitas Airlangga (Unair)

Di sisi lain, Panitia Pusat UTBK sempat memberikan informasi mengenai adanya keterkaitan data peserta mencurigakan tersebut dengan lokasi ujian di Universitas Airlangga. Namun, Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) Unair, Pulung Siswantara, memastikan bahwa oknum yang dimaksud tidak menampakkan diri di lokasi ujian Unair.

"Fotonya terindikasi sama dengan peserta tahun 2025, sehingga sudah kami waspadai. Namun, yang bersangkutan tidak hadir di lokasi ujian di Unair," jelas Pulung.

Pulung menegaskan bahwa secara keseluruhan, pelaksanaan UTBK di lingkungan Unair berjalan kondusif dan sesuai aturan. Tidak ditemukan pelanggaran lain selain data yang telah diwaspadai sejak awal berdasarkan koordinasi dengan panitia pusat.

Pendalaman Lintas Lokasi

Hingga saat ini, kasus dugaan perjokian dan kecurangan UTBK ini masih dalam tahap pendalaman oleh panitia pusat. Penyelidikan difokuskan untuk memastikan apakah terdapat jaringan praktik perjokian yang beroperasi secara lintas lokasi ujian, mengingat adanya kemiripan data peserta dengan rekam jejak tahun sebelumnya.

Pihak universitas mengimbau seluruh peserta untuk menjunjung tinggi integritas dan tidak tergiur oleh tawaran oknum yang menjanjikan kelulusan melalui cara-cara ilegal, karena sistem pengawasan UTBK 2026 telah diperketat dengan verifikasi data berlapis. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya