Pentingnya Edukasi Keselamatan Perlintasan Kereta Api: Strategi Zero Mistake

Media Indonesia
15/4/2026 13:54
Pentingnya Edukasi Keselamatan Perlintasan Kereta Api: Strategi Zero Mistake
Pengendara sepeda motor melintas di terowongan penyeberangan bawah rel kereta api di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (15/1/2026).(Antara/Destyan Sujarwoko)

EDUKASI terkait keselamatan di perlintasan kereta api perlu diberikan. Ini karena tantangan terbesar yang masih dihadapi yaitu rendahnya kesadaran publik terhadap pentingnya keselamatan di perlintasan kereta. 

"Di sinilah peran LKBN Antara menjadi sangat penting yaitu mengamplifikasi pesan-pesan edukasi kepada masyarakat luas sehingga keselamatan dapat tumbuh menjadi budaya bersama bukan sekedar kepatuhan terhadap aturan," ujar Direktur Utama Perum LKBN Antara Benny Siga Butarbutar dalam Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola Perlintasan Kereta Api: Tantangan, Solusi, dan Komitmen Bersama di Jakarta, Rabu (15/4).

Keberadaan perlintasan kereta ilegal pada dasarnya merupakan bom waktu. Setiap kejadian kecelakaan yang masyarakat baca di media bukan sekedar angka statistik, tetapi merupakan cermin dari hilangnya nyawa manusia serta kerugian sosial dan ekonomi yang tidak kecil.

"Saya pikir di transportasi industri, kita harus mengupayakan namanya zero mistake. Itu harus jadi standar kita. Kita harus membuat sebuah bangsa ini belajar bahwa ada kerugian yang besar bagi bangsa ini," kata Benny.

Dirinya mengatakan bahwa dalam strategi komunikasi itu ada tiga hal yang harus dipegang. Pertama, to secure understanding atau harus menjamin memastikan bahwa pesan-pesan bisa dimengerti dengan gampang dengan mudah.

Kedua, pesan-pesan dalam komunikasi itu harus to secure acceptance alias diterima dengan cepat tanpa ada keraguan ada makna ganda. "Kalau kita harus bisa berubah, berubah menjadi lebih baik," lanjut Benny.

Ketiga, dalam komunikasi pesan-pesan yang strategik itu harus to motivate action. Ini untuk membangun aksi bersama-sama sehingga bisa berkelanjutan untuk kebaikan yang lebih besar.

"Melalui forum FGD ini kami sangat berharap dapat memperoleh berbagai masukan pandangan dan juga rekomendasi dari para narasumber yang hadir baik dari kalangan akademisi, pengamat, budayawan, maupun komunitas pencinta kereta api. Kami percaya bahwa diskusi lintas perspektif seperti ini akan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan," ujar Benny.

Dirinya berharap semoga forum ini tidak hanya berhenti sebagai ruang diskusi tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendorong kebijakan dan aksi nyata yang lebih baik, lebih bermartabat demi keselamatan transportasi Indonesia yang lebih baik di hari ke depan. (Ant/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya