Menteri Haji Pastikan Persiapan Layanan Haji Hampir 100 Persen

Despian Nurhidayat
15/4/2026 11:39
Menteri Haji Pastikan Persiapan Layanan Haji Hampir 100 Persen
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf(Kementerian Haji)

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa persiapan layanan haji hampir selesai 100%. Tahapan yang berlangsung saat ini ialah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional haji. 

“Jadi semua sudah tersiapkan, akomodasi jemaah di Mekah meliputi 177 hotel di daerah Jarwal, Misfalah, Raudah, Syisyah, dan Alyudiah. Kemudian di Madinah ada 100 hotel seluruhnya di Markaziyah sehingga tidak diperlukan kendaraan menuju Masjid Nabawi,” ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4). 

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa layanan konsumsi di Mekah mencapai 51 dapur dan di Madinah 23 dapur. Kemudian transportasi jemaah haji juga sudah disiapkan meliputi bus antarkota baik dari Madinah ke Mekah, kemudian dari Jeddah ke Mekah, maupun nanti dari Mekah ke Madinah atau Mekah ke Jeddah untuk mengantar kepulangan. 

Bus selawat yaitu bus yang berputar selama 24 jam dari penginapan atau pemondokan menuju Masjidil Haram juga sudah disiapkan. Lalu bus masyair yang membawa jemaah dari hotel ke Arafah, kemudian dari Arafah ke Muzdalifah maupun ke Mina juga sudah disiapkan. 

Untuk persiapan layanan kesehatan, Kemenhaj didukung oleh 40 klinik kesehatan di Mekah dan 5 klinik kesehatan di Madinah. Setiap kloter dari rombongan jemaah juga didampingi oleh satu dokter dan satu tenaga kesehatan. Untuk klinik kesehatan, Kemenhaj bekerja sama dengan salah satu rumah sakit besar di Arab Saudi yaitu Saudi German Hospital. 

“Kemudian operasi kartu nusuk kemarin kita sudah panggil dari dua syarikah dan mereka mengatakan kartu nusuk sudah tiba semua di Indonesia dan sudah dipegang oleh syarikah. Kita berharap kartu nusuk ini bisa dibagikan dan diaktivasikan kepada jemaah pada saat masih berada di embarkasi Indonesia. Tahun kemarin kartu nusuk dibagikan di Saudi tapi banyak kendala yang terjadi di sana, ada beberapa atau banyak jemaah yang tidak mendapatkan kartu nusuk sehingga akibatnya untuk masuk ke Masjidil Haram pun agak mengalami kesulitan,” tegas Gus Irfan. 

Operasional jemaah haji tahun 2026 akan dimulai pada 21 April 2026 dengan jemaah haji gelombang pertama masuk asrama haji. Keberangkatan diharapkan berlangsung pada 22 April 2026 sampai terakhir 21 Mei 2026.

“Kita berharap ada kelonggaran dari Bapak Presiden untuk melepas jemaah haji rombongan pertama pada 22 April 2026,” tuturnya. 

Puncak haji diperkirakan pada 25-26 Mei 2026. Kemudian operasi pemulangan jemaah haji dimulai pada 1 Juni 2026 dan InsyaAllah berakhir pada 1 Juli 2026. 

Embarkasi yang disiapkan mencapai 16 embarkasi dengan tambahan baru di Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta. Fast track berada di 4 bandara yaitu Soekarno-Hatta, Solo, Djuanda, dan Makassar. Keberangkatan petugas pendahulu sudah berlangsung sejak 13 April 2026. Kemudian tim dari PPIH bandara dan Madinah pada 17 April 2026 akan berangkat untuk menyambut kedatangan rombongan kloter pertama. Kemudian PPIH Mekah akan berangkat pada 24 April 2026.

Menanggapi konflik regional yang terjadi di Timur Tengah, Kemenhaj menekankan bahwa hal tersebut menjadi perhatian utama dari pemerintah. 

“Presiden meminta kepada kami untuk menjadikan keselamatan dan keamanan jemaah sebagai prioritas utama. Keamanan ini meliputi keamanan perjalanan dari Indonesia menuju sana dan sebaliknya, keamanan ketika berada di Arab Saudi, kemudian juga tidak bisa terlewatkan adalah keamanan logistik yang akan mendukung kegiatan jemaah haji di sana,” ujar Gus Irfan. 

“Kita alhamdulillah tahun ini sudah meningkatkan jumlah perlindungan jemaah hampir 100 persen. Presiden Prabowo kemarin menyatakan bahwa selama tidak ada kalimat tidak ada pemberangkatan dari Pemerintah Saudi, InsyaAllah Indonesia tetap akan memberangkatkan jemaah haji. Kecuali ada perkataan berbeda dari Pemerintah Saudi,” sambungnya. 

Kemenhaj juga akan tetap melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, baik itu Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan terkait penerbangan, maskapai, dan otoritas Saudi. 

“Alhamdulillah koordinasi kami dengan Kementerian Haji dan Umrah Saudi sangat cair sehingga kami bisa berkomunikasi dengan baik. Tim kami di Kementerian Haji dan Umrah di Indonesia secara berkala mengadakan meeting melalui Zoom untuk membahas berbagai permasalahan,” jelas Gus Irfan. 

Dia juga memastikan bahwa visa haji sudah selesai dan siap dibagikan kepada para jemaah. Dia pun berharap jemaah haji bisa sehat dan seluruhnya dapat berangkat ke Arab Saudi. 

“Saya berharap sehat semua karena tahun kemarin jelang keberangkatan ada yang sakit, meninggal, dan lain sebagainya itu hampir 3 ribuan. Angka yang cukup besar dan kita berharap tidak ada yang kosong lagi,” tandasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya