Kemenkes Imbau Anak Bergejala Campak Tetap di Rumah demi Tekan Penularan di Sekolah

Nadhira Izzati A
11/4/2026 21:11
Kemenkes Imbau Anak Bergejala Campak Tetap di Rumah demi Tekan Penularan di Sekolah
Ilustrasi(Freepik.com)

MESKIPUN tren kasus campak secara nasional dilaporkan mengalami penurunan signifikan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap meminta masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah, untuk meningkatkan kewaspadaan. Langkah ini diambil mengingat sifat penularan virus campak yang sangat agresif di lingkungan padat seperti ruang kelas. 

Kemenkes menekankan agar siswa yang menunjukkan gejala serupa campak segera diistirahatkan dan tidak dipaksakan masuk sekolah.

"Penularan campak sangat tinggi, dengan angka reproduksi (R0) sebesar 12 hingga 18. Artinya, satu orang bisa menularkan ke 12 sampai 18 orang lainnya secara cepat," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni dalam pertemuan daring Update Penting Situasi Campak di Indonesia pada Jumat, 10 April 2026. 

Oleh karena itu, deteksi dini terhadap gejala seperti demam, batuk, pilek, serta konjungtivitis atau mata merah menjadi kunci utama. Jika anak menunjukkan tanda-tanda tersebut, orang tua diimbau segera membawa mereka ke fasilitas kesehatan. Andi juga menegaskan pentingnya peran guru dalam memantau kondisi murid di kelas.

"Jadi peran guru juga penting untuk mengecek kondisi murid, jika ada gejala tersebut segera diwaspadai. Sebaiknya murid tersebut dibawa ke fasilitas kesehatan, tidak perlu sekolah dulu," jelasnya. 

Jika ditemukan satu saja kasus positif di sekolah, pihak sekolah diinstruksikan untuk berkoordinasi dengan Puskesmas guna melakukan surveilans epidemiologi dan isolasi mandiri bagi pasien.

Upaya penanganan sejauh ini mulai membuahkan hasil. Sebagaimana dilansir dari Media Indonesia, puncak kasus yang sempat menyentuh angka 2.220 pada awal tahun 2026 telah menurun drastis menjadi 195 kasus pada minggu ke-13 tahun ini.

Pemerintah juga terus mengejar capaian Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah terdampak. Hingga 9 April 2026, Kota Depok telah mencapai target 100 persen, disusul Kabupaten Bima sebesar 80,8 persen, dan Kota Palembang sebesar 60,9 persen.

Selain fokus pada anak usia sekolah, Kemenkes juga meluncurkan program imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan risiko tertinggi. Termasuk juga dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk melindungi garda terdepan kesehatan yang memiliki risiko penularan sangat tinggi di fasilitas pelayanan medis. 

“Kementerian Kesehatan senantiasa berupaya melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan karena merupakan kelompok yang sangat berisiko terhadap penularan campak. Imunisasi MR ini diharapkan dapat melindungi tenaga kesehatan sekaligus membantu penanggulangan kasus campak di Indonesia,” pungkas Andi. 

Melalui kombinasi antara percepatan imunisasi dan pembatasan aktivitas bagi yang bergejala, pemerintah optimis rantai penyebaran campak dapat segera diputus secara total. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya