Fosil 1,8 Juta Tahun Ditemukan di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

Atalya Puspa    
07/4/2026 16:10
Fosil 1,8 Juta Tahun Ditemukan di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran
Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN Herry Yogaswara.(Dok. Antara)

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan fosil berusia sekitar 1,8 juta tahun di kawasan situs arkeologi Bumiayu. Temuan ini dinilai berpotensi lebih tua dibandingkan situs Sangiran yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat penting manusia purba di Indonesia.

Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN Herry Yogaswara mengatakan kawasan Bumiayu memiliki nilai strategis dalam mengungkap sejarah kehidupan purba, khususnya di wilayah Jawa bagian barat.

“Kawasan ini memiliki nilai penting dari berbagai aspek, mulai dari geologi, paleontologi, paleoantropologi, hingga arkeologi,” ujar Herry, Selasa (7/4). 

Dari hasil ekskavasi, peneliti menemukan beragam fosil fauna seperti gajah, kuda nil, buaya, kura-kura, ikan, hingga moluska. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan itu pada masa lampau merupakan lingkungan perairan dangkal yang kemudian mengalami perubahan menjadi daratan.

Selain fosil fauna, tim juga menemukan artefak berupa alat batu dan tulang yang diduga digunakan manusia purba. Penemuan ini memperkuat indikasi adanya aktivitas awal manusia di kawasan tersebut.

BRIN menilai penguatan riset dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengembangkan Bumiayu sebagai kawasan unggulan arkeologi. Ke depan, situs ini juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi edukasi yang memberi manfaat bagi masyarakat luas. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya