Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUMUMAN Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sering kali menjadi momen krusial yang memicu dinamika emosi bagi para lulusan SMA. Bagi mereka yang belum berhasil lolos, rasa kecewa dan sedih merupakan reaksi yang tidak terhindarkan. Namun, mengelola emosi dengan tepat menjadi kunci utama untuk tetap melangkah maju.
Dosen Program Studi Psikologi Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Wieka Dyah Partasari, M.Si., Psikolog, menekankan bahwa perasaan negatif pasca-kegagalan adalah hal yang manusiawi. Menurutnya, siswa tidak perlu berpura-pura kuat atau menekan perasaan tersebut.
“Perasaan kecewa, sedih, atau marah setelah tidak lolos SNBP adalah hal yang wajar. Emosi tersebut perlu diakui, bukan dihindari, agar dapat diproses dengan baik dan tidak berdampak negatif dalam jangka panjang,” ujar Wieka dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (7/4).
Wieka menjelaskan bahwa mengakui rasa sakit adalah langkah awal pemulihan. Menangis, misalnya, merupakan mekanisme alami tubuh untuk melepaskan beban emosional. Dengan memberikan ruang bagi diri sendiri untuk merasakan kesedihan, proses pemulihan justru akan berjalan lebih sehat dibandingkan jika emosi tersebut dipendam.
Selain itu, ia menyarankan siswa untuk mencari dukungan dari lingkungan terdekat. Bercerita kepada orang yang dipercaya dapat meringankan beban pikiran. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai penggunaan media sosial dalam kondisi emosional.
“Meluapkan emosi di media sosial sering kali tidak membantu dan bisa menimbulkan respons yang tidak diharapkan. Lebih baik pilih tempat curhat yang aman dan suportif,” tambahnya.
Setelah emosi mulai stabil, langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi dan menyusun strategi baru. Wieka mengingatkan bahwa gagal di jalur SNBP bukanlah akhir dari perjalanan akademik seseorang. Masih banyak pintu lain yang terbuka lebar menuju perguruan tinggi.
Berikut adalah rangkuman kiat menghadapi ketidaklolosan SNBP menurut perspektif psikologis:
| Tahapan | Tindakan yang Disarankan |
|---|---|
| Manajemen Emosi | Menerima rasa kecewa, mengizinkan diri untuk menangis, dan tidak berpura-pura baik-baik saja. |
| Relaksasi | Melakukan aktivitas yang disukai seperti olahraga, mendengarkan musik, atau menulis untuk menjernihkan pikiran. |
| Dukungan Sosial | Bercerita kepada orang kepercayaan (bukan di media sosial) untuk mendapatkan perspektif positif. |
| Evaluasi Tujuan | Fokus pada bidang studi dan minat, bukan sekadar nama besar universitas. |
| Eksplorasi Jalur Lain | Mempersiapkan diri untuk SNBT, Jalur Mandiri, atau mempertimbangkan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). |
Sebagai penutup, Wieka mendorong para siswa untuk proaktif mencari informasi mendalam mengenai program studi yang diminati melalui situs resmi, berdiskusi dengan alumni, atau bertanya langsung kepada mahasiswa aktif. Hal ini penting agar keputusan yang diambil selanjutnya didasarkan pada data dan realitas lapangan, bukan sekadar emosi sesaat. (Ant/Z-1)
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Devi Yanti membagikan panduan memilih tempat penitipan anak (daycare) yang aman, legal, dan transparan guna mencegah kekerasan pada anak.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Dokter estetika dr. Dewita Kamaruddin menyarankan jamaah haji gunakan SPF 50-80 untuk proteksi maksimal di cuaca ekstrem Tanah Suci. Simak tips lengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved