Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMBALI ke rutinitas kantor setelah libur panjang sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak karyawan. Rasa enggan, sulit berkonsentrasi, hingga kelelahan fisik kerap menyertai hari pertama bekerja, sebuah fenomena yang sering dikenal sebagai post holiday blues.
Psikolog klinis lulusan Universitas Padjadjaran, Virginia Hanny M.Psi., menjelaskan bahwa perasaan berat saat kembali bekerja adalah hal yang wajar. Menurut psikolog dari Personal Growth ini, tubuh dan mental membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian kembali atau re-adjustment setelah periode kebersamaan yang intens selama liburan.
Virginia menyebutkan bahwa kelelahan saat mudik atau intensitas bertemu banyak orang selama libur Lebaran dapat memicu kelelahan fisik, sosial, dan emosional. Hal ini berdampak pada penurunan energi yang membuat seseorang merasa terbebani saat harus menghadapi tumpukan pekerjaan.
“Tidak perlu langsung kembali 100% produktif. Fokus pada re-adjustment terlebih dahulu. Mulai dari tugas ringan atau administratif misalnya membaca email, menyusun to-do list, atau mengecek prioritas kerja,” ujar Virginia, dikutip Sabtu (4/4).
Untuk mengatasi transisi ini, Virginia membagikan beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan oleh individu agar proses kembali bekerja menjadi lebih ringan:
| Kategori | Langkah yang Disarankan |
|---|---|
| Persiapan Dini | Menyesuaikan ritme tidur dan jam makan 1-2 hari sebelum masuk kerja. |
| Manajemen Tugas | Menurunkan ekspektasi diri, membuat target kecil, dan fokus pada tugas administratif ringan. |
| Keseimbangan | Mempertahankan aktivitas positif dari liburan dan menyisihkan waktu untuk hal menyenangkan di luar jam kerja. |
| Fokus | Menyusun skala prioritas untuk mengembalikan rasa kontrol atas pekerjaan. |
Tidak hanya dari sisi individu, Virginia menekankan bahwa perusahaan memiliki peran krusial dalam membantu karyawan melewati fase transisi ini. Pemahaman perusahaan terhadap proses psikologis karyawan dapat membantu pemulihan energi dan meningkatkan produktivitas jangka panjang.
Beberapa pendekatan yang disarankan bagi pemberi kerja antara lain:
Dengan kolaborasi antara kesiapan individu dan dukungan lingkungan kerja, fenomena post holiday blues dapat teratasi dengan lebih baik, sehingga performa kerja dapat kembali optimal secara bertahap. (Ant/Z-1)
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Devi Yanti membagikan panduan memilih tempat penitipan anak (daycare) yang aman, legal, dan transparan guna mencegah kekerasan pada anak.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Dokter estetika dr. Dewita Kamaruddin menyarankan jamaah haji gunakan SPF 50-80 untuk proteksi maksimal di cuaca ekstrem Tanah Suci. Simak tips lengkapnya.
Post holiday blues biasanya ditandai dengan perasaan cemas sementara, sedih, rendahnya motivasi, hingga hilangnya semangat saat harus beralih dari suasana liburan ke rutinitas harian.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Angka kejadian stroke usia muda di bawah 40 tahun cenderung meningkat, salah satunya karena beban kerja yang tinggi sehingga meningkatkan stres.
Berdasarkan data United Nations Indonesia, terdapat 38,8 juta penduduk Indonesia yang tergolong sebagai penyandang disabilitas.
MUTIA Ayu, penyanyi sekaligus istri dari mendiang Glenn Fredly, akhirnya angkat suara usai ramai komentar miring warganet yang menudingnya hidup hanya dari harta peninggalan sang musisi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved