Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak, dr. Bernie Endyarni Medise, menyoroti risiko serius paparan konten digital terhadap perkembangan anak, terutama konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Hal ini menjadi alarm bagi orangtua di tengah derasnya arus informasi visual yang sulit dibedakan kebenarannya.
"Banyak juga orang dewasa yang gagap terhadap AI, apalagi yang bentuknya visual. Kadang kita bingung apakah informasi itu benar atau tidak. Nah, apalagi anak-anak, kita tidak bisa bayangkan bagaimana mana mereka mencerna itu," ujar Bernie, dikutip Senin (30/3).
Menurutnya, algoritma AI yang menyajikan data berdasarkan popularitas bisa menjadi bumerang jika tidak disaring dengan ketat.
Selain AI, gim daring populer seperti Roblox dan Minecraft juga dinilai menghadirkan risiko karena anak-anak sering kali sulit membedakan antara dunia gim dan realitas.
Bernie menegaskan agar anak di bawah usia lima tahun sebaiknya tidak diberi akses perangkat digital sama sekali, sementara bagi anak yang lebih besar, aksesnya wajib dibatasi.
"Kalau anak-anak dibiarkan bebas bermain gawai dan mengakses internet, perilaku yang terbentuk akan mengikuti apa yang mereka lihat di media sosial," tuturnya.
Menanggapi urgensi pelindungan tersebut, pemerintah mulai memberlakukan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai pelaksana PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak dalam Sistem Elektronik (PP Tunas) secara bertahap mulai 28 Maret 2026.
Komisioner KPAI, Kawiyan, menjelaskan bahwa regulasi ini bertujuan membentengi anak dari konten negatif seperti pornografi, perundungan siber, hingga penipuan daring. Berdasarkan aturan baru tersebut, batasan usia kepemilikan akun menjadi poin krusial.
"Anak usia 13 sampai 16 tahun diperbolehkan memiliki akun pada platform berisiko rendah dengan persetujuan orangtua. Sementara remaja usia 16 sampai 18 tahun dapat memiliki akun pada platform digital dengan persetujuan orangtua," jelas Kawiyan.
Langkah ini diambil menyusul data tahun 2025 yang menunjukkan situasi mengkhawatirkan:
Melalui regulasi ini, pemerintah mewajibkan platform digital menerapkan sistem verifikasi usia dan menghapus akun anak di bawah 16 tahun pada platform berisiko tinggi.
"Melalui regulasi ini, pemerintah berharap tercipta ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia sekaligus memperkuat peran orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak," pungkas Kawiyan. (Ant/Z-1)
DINAMIKA ekonomi global yang semakin kompleks mendorong pelaku usaha mempercepat transformasi digital sebagai strategi menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis.
ChatGPT Images 2.0 OpenAI populer di Indonesia. Simak tren penggunaan, fitur terbaru, hingga panduan membuat stiker dan foto nostalgia SMA 90-an.
Google resmi meluncurkan fitur Personal Intelligence untuk Gemini di Indonesia. Hubungkan Gmail dan Google Photos dengan aman untuk asisten AI yang lebih cerdas.
BEBERAPA tahun lalu, mengirim email dengan tata bahasa dan ejaan yang sempurna adalah simbol profesionalisme, kecerdasan, dan ketelitian.
BINUS University mengukuhkan Prof. Rindang Widuri sebagai Guru Besar. Ia memperkenalkan konsep Audit 5.0 yang memadukan kecerdasan buatan dan nurani manusia.
Google Indonesia melantik 2.000 mahasiswa GSA 2026 dari 81.000 pendaftar. Program ini bertujuan memperkuat literasi digital dan penggunaan AI di kampus.
Anak-anak mengikuti kegiatan belajar menari di Sanggar Merti Desa, Desa Brayo, Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Menkomdigi Meutya Hafid sebut Roblox belum sepenuhnya patuhi PP Tunas meski sudah rilis fitur Roblox Kids. YouTube resmi bergabung patuhi aturan
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
KPAI menyoroti risiko radikalisme anak di media sosial. Simak peran PP Tunas dan pentingnya pengawasan orang tua dalam melindungi anak di ruang digital.
Kegiatan literasi gratis yang rutin digelar setiap hari Minggu tersebut bertujuan memudahkan anak mengakses beragam bahan bacaan secara inklusif.
Pembatasan akses mandiri ini akan memaksa teknologi kembali ke fungsinya yang semula, yaitu sebagai alat bantu literasi dan riset, bukan sekadar hiburan tanpa henti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved