Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti meningkatnya kembali kasus campak di sejumlah wilayah Indonesia yang dikaitkan dengan melemahnya herd immunity atau kekebalan kelompok. Penurunan cakupan imunisasi dasar anak dalam beberapa tahun terakhir dinilai menciptakan celah kekebalan yang signifikan, sehingga memudahkan virus menyebar di komunitas.
Campak merupakan penyakit yang sangat menular dengan angka reproduksi dasar (R0) berkisar 12–18. Artinya, satu penderita dapat menularkan virus kepada belasan orang yang belum memiliki kekebalan. Untuk mencegah wabah, cakupan imunisasi minimal 95% diperlukan agar terbentuk herd immunity yang efektif.
Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap nasional sempat mengalami penurunan selama pandemi covid-19. Pada 2021, cakupan imunisasi dasar lengkap berada di kisaran 84%, di bawah target nasional 95%. Penurunan ini menyebabkan meningkatnya jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi campak-rubella (MR) secara lengkap.
Secara global, laporan World Health Organization (WHO) dan UNICEF melalui publikasi WHO/UNICEF Estimates of National Immunization Coverage (WUENIC) mencatat adanya gangguan besar terhadap layanan imunisasi rutin sejak 2020. WHO melaporkan bahwa pada 2022 terdapat sekitar 9 juta kasus campak di dunia dan 128.000 kematian, mayoritas terjadi pada anak-anak. Lonjakan tersebut berkaitan erat dengan penurunan cakupan vaksinasi di berbagai negara.
Di Indonesia, rendahnya imunisasi dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain terganggunya layanan kesehatan saat pandemi, distribusi layanan yang belum merata, serta meningkatnya keraguan terhadap vaksin. Kondisi ini memperbesar risiko terjadinya kejadian luar biasa (KLB) campak di daerah dengan cakupan imunisasi rendah.
Campak bukan sekadar penyakit dengan gejala demam dan ruam. Komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, radang otak (ensefalitis), hingga kematian dapat terjadi, terutama pada anak dengan status gizi buruk atau sistem imun yang lemah. Karena itu, imunisasi menjadi strategi pencegahan paling efektif dan berbasis bukti ilmiah.
Pemerintah melalui program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) berupaya mengejar ketertinggalan cakupan vaksinasi dengan menyasar anak usia 9 bulan hingga 12 tahun untuk mendapatkan imunisasi tambahan. Upaya ini ditujukan untuk menutup kesenjangan kekebalan yang terbentuk dalam beberapa tahun terakhir.
Para pakar kesehatan anak menekankan bahwa tanpa konsistensi dalam imunisasi rutin dan peningkatan cakupan hingga di atas 95%, risiko lonjakan kasus campak akan tetap ada. Penguatan kembali herd immunity menjadi kunci untuk mencegah wabah berulang dan melindungi generasi anak Indonesia dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. (E-4)
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Kasus campak 2026 meningkat. Simak kiat dr. Attila Dewanti cegah penularan campak pada bayi di bawah 9 bulan melalui PHBS dan asupan Vitamin D.
Kekebalan kelompok (herd immunity) di DIY terbilang tinggi karena vaksinasi MR dosis pertama di DIY mencapai 98 persen dan dosis kedua sekitar 96 persen.
SEBANYAK dua pasien campak yang dirawat di RSD Gunung Jati, Kota Cirebon meninggal dunia. Menghindari penularan, pasien campak dipisahkan dengan pasien lainnya.
Dinas Kesehatan, Puskesmas tengah menggelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) dan sekarang baru mencapai 39.189 anak atau 40,31 persen.
Kasus campak di Depok melonjak, dengan 1.365 kasus hingga April 2026. RSUI imbau masyarakat tingkatkan imunisasi dan deteksi dini untuk pencegahan.
Dosen FKGiz IPB University dr Aisyah Amanda Hanif menyebut lonjakan kasus campak sebagai sinyal menurunnya kekebalan kelompok. Simak bahaya dan pencegahannya.
Kasus campak di Indonesia meningkat. IDAI mengingatkan vaksin pertama ideal pada usia 9 bulan dan cakupan imunisasi harus di atas 95% untuk mencegah wabah.
Indonesia tempati peringkat 2 dunia kasus campak tertinggi. IDAI desak imunisasi kejar dan peringatkan risiko kematian anak akibat cakupan vaksin rendah.
LONJAKAN kasus campak yang terjadi belakangan ini dinilai menjadi indikator menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat
HANYA 23 orang yang disuntik vaksin covid-19 dosis keempat atau booster kedua hari ini, Kamis, 16 Maret 2023. Data tersebut dikumpulkan dari Sabang sampai Merauke.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved