Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIJAKAN pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial di tahun 2026 kini tengah menjadi sorotan tajam. Langkah pemerintah yang berujung pada penonaktifan sekitar 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) BPJS Kesehatan dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa masyarakat, terutama kelompok rentan.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Sandi Fitrian Noor, memberikan peringatan keras bahwa validasi data tidak boleh mengabaikan hak dasar warga negara untuk sehat. Menurutnya, meskipun akurasi data penting untuk ketepatan sasaran bantuan sosial, implementasinya tidak boleh menimbulkan dampak sistemik yang merugikan rakyat miskin.
"Pemerintah perlu lebih berhati-hati lagi agar pembaruan DTSEN tidak merugikan hak masyarakat untuk mendapatkan layanan akses kesehatan. Pembaruan data ini bukan sekadar soal administrasi, tetapi menyangkut keselamatan jiwa," tegas Sandi Fitrian Noor di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah nasib pasien dengan penyakit kronis atau katastropik. Pasien gagal ginjal kronis, misalnya, sangat bergantung pada layanan hemodialisis atau cuci darah rutin minimal satu kali seminggu.
Tanpa jaminan PBI BPJS Kesehatan, biaya satu kali tindakan cuci darah bisa mencapai angka jutaan Mata Uang Rupiah. Jika kepesertaan dinonaktifkan secara mendadak, pasien dari kalangan ekonomi rendah dipastikan kehilangan akses medis yang bersifat vital atau menyangkut nyawa.
Sandi Fitrian Noor menekankan bahwa dalam pendataan sosial, kesalahan eksklusi (orang miskin yang tidak terdata) jauh lebih berbahaya daripada kesalahan inklusi (orang mampu yang terdata). Hal ini karena dampak dari kesalahan eksklusi adalah hilangnya perlindungan negara secara langsung.
Negara diingatkan agar tidak melakukan efisiensi yang justru melahirkan ketidakadilan sosial. Semangat pembaruan data DTSEN seharusnya dibarengi dengan prinsip kehati-hatian dan masa transisi yang jelas bagi masyarakat terdampak.
Sebagai solusi jangka pendek, DPR mengusulkan adanya moratorium atau penangguhan sementara penonaktifan PBI BPJS Kesehatan. Fokus utamanya adalah bagi pasien dengan diagnosa penyakit berat seperti:
Selain itu, diperlukan sinkronisasi data yang lebih solid antara Kementerian Sosial, BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan, dan Pemerintah Daerah. Hal ini bertujuan agar tidak ada kekosongan perlindungan bagi warga saat proses verifikasi DTSEN berlangsung. (Ant/H-3)
Gus Ipul menegaskan bahwa kebijakan pemutakhiran data peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) bertujuan memastikan subsidi negara tepat sasaran.
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menilai pemerintah belum menjalankan secara optimal kesepakatan bersama DPR RI terkait reaktivasi 11 juta peserta PBI BPJS Kesehatan.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) mengajak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berkolaborasi untuk menindaklanjuti aduan masyarakat terkait penonaktifan peserta PBI BPJS Kesehatan.
PENONAKTIFAN sekitar 49 ribu peserta Penerima Bantuan Iuran atau PBI BPJS Kesehatan di Batam oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) berdampak langsung pada warga.
Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), memastikan rumah sakit tetap melayani pasien Penerima Bantuan Iuran atau PBI BPJS Kesehatan (PBI JK) yang sempat dinonaktifkan.
HARAPAN bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang diputus kepesertaan dalam BPJS Kesehatan masih ada.
BPJS Kesehatan tunjuk Raffi Ahmad sebagai Duta Kehormatan untuk tingkatkan kesadaran JKN dan pola hidup sehat di kalangan generasi muda Indonesia.
BPJS Kesehatan sebut jumlah persalinan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) menunjukkan tren tinggi dalam lima tahun terakhir
Data BPJS Kesehatan 2021-2025 menunjukkan lonjakan kasus kanker payudara hingga 860 ribu kasus. Simak pentingnya deteksi dini dan layanan JKN bagi perempuan.
Hasil skrining BPJS Kesehatan menunjukkan adanya 14,4 juta peserta berisiko kanker serviks
Kegiatan BPJS Menyapa dilakukan melalui kunjungan langsung kepada peserta dan pemangku kepentingan untuk memperoleh umpan balik atas layanan JKN
Charles Honoris, mengusulkan agar pemerintah menggratiskan seluruh iuran BPJS Kesehatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved