Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH finansial yang memicu stres ternyata dapat merusak kesehatan jantung. Hal itu diungkapkan dalam studi yang dirilis oleh Mayo Clinic Proceedings.
Dalam studi tersebut terungkap faktor penentu sosial kesehatan merupakan pendorong utama percepatan penuaan biologis dan peningkatan risiko kematian termasuk stres.
Studi lintas sektoral yang melibatkan lebih dari 280 ribu pasien dewasa di Mayo Clinic antara tahun 2018 hingga 2023 ini memberikan perspektif baru dalam dunia medis. Peneliti menemukan bahwa individu yang mengalami tekanan finansial dan kesulitan akses makanan sehat memiliki jantung yang secara biologis jauh lebih tua daripada usia kronologis mereka.
Para ahli menggunakan teknologi mutakhir berupa algoritma elektrokardiogram berbasis kecerdasan buatan (AI-ECG) untuk mengukur celah usia jantung (cardiac age gap). Teknologi ini mampu mendeteksi tanda-tanda penuaan pada jantung secara non-invasif, bahkan sebelum gejala klinis muncul.
"Faktor sosial yang sering kali tidak kita tanyakan kepada pasien ternyata berpotensi membalikkan proses penuaan biologis jika ditangani dengan tepat," kata pemimpin penelitian dari Departemen Kedokteran Kardiovaskular Mayo Clinic, Dr. Amir Lerman dikutip, Selasa (3/2).
Ia menambahkan bahwa faktor risiko utama saja tidak cukup untuk menjelaskan beban penyakit jantung pada populasi lansia yang terus meningkat.
Implikasi kebijakan dan layanan data menunjukkan bahwa kontribusi faktor sosial terhadap penuaan jantung melampaui faktor risiko konvensional seperti hipertensi atau obesitas.
"Temuan ini menjadi peringatan bagi pemangku kebijakan kesehatan untuk beralih ke model perawatan yang lebih berpusat pada pasien," ujar dia.
Ada sembilan kategori yang dianalisis, termasuk stabilitas tempat tinggal, tingkat pendidikan, hingga aktivitas fisik. Dari seluruh domain tersebut, disebutkan bahwa tekanan finansial dan kerawanan pangan muncul sebagai kontributor paling kuat. (H-4)
Secara ilmiah, stres berkaitan dengan respons tubuh terhadap tekanan yang dikenal sebagai fight or flight response, yaitu reaksi alami tubuh saat menghadapi ancaman
Psikolog klinis Teresa Indira Andani menjelaskan perbedaan mendasar antara emosi dan stres serta cara tepat mendampingi orang yang sedang tertekan.
STRES tidak selalu muncul dalam bentuk rasa tertekan atau sedih yang jelas.
Perjalanan mudik yang panjang dan melelahkan sering kali menjadi pemicu kekambuhan bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Stres tidak hanya memengaruhi mental tetapi juga penampilan. Dari jerawat hingga rambut rontok, berikut 10 perubahan pada wajah dan tubuh akibat stres.
Pelajari ciri-ciri stres fisik, psikologis, dan perilaku serta cara efektif menanggulanginya melalui koping proaktif, mindfulness, olahraga, dan intervensi sosial.
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang membuktikan bahwa variasi jenis olahraga lebih efektif memperpanjang usia dibandingkan sekadar menambah durasi latihan.
Studi Johns Hopkins mengungkap posisi lengan yang tidak ditopang meja saat cek tekanan darah bisa menaikkan angka tensi hingga 7 mmHg.
Menopause meningkatkan risiko osteoporosis dan penyakit jantung pada perempuan. Pelajari cara menjaga kesehatan tulang dan jantung pasca-menopause di sini.
Teknologi AI dalam dunia medis ini mulai terintegrasi dalam berbagai metode pencitraan jantung dan membawa perubahan besar dalam cara dokter mendiagnosis serta menangani pasien.
Studi terbaru mengungkap olahraga intensitas tinggi (vigorous) jauh lebih efektif cegah demensia hingga diabetes dibanding olahraga biasa.
OLAHRAGA dikenal sebagai cara efektif menjaga kesehatan jantung. Namun di sisi lain, aktivitas fisik juga bisa memicu serangan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved