Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi terbaru dari Cedars-Sinai melaporkan lonjakan tajam masalah kesehatan serius dalam tiga bulan setelah kebakaran hutan hebat melanda Los Angeles pada Januari 2025. Peneliti menemukan peningkatan drastis pada kasus serangan jantung, komplikasi paru-paru, hingga penyakit umum dalam periode 90 hari setelah api mulai berkobar.
Kebakaran yang merembes ke area perkotaan, seperti kebakaran Eaton dan Pacific Palisades, terbukti memberikan dampak kesehatan yang instan dan berbahaya bagi warga sekitar.
"Kebakaran hutan yang merambat ke area perkotaan terbukti sangat berbahaya karena kecepatan geraknya serta apa yang terbakar dan terlepas ke lingkungan," ujar Susan Cheng, MD, MPH, Direktur Riset Kesehatan Masyarakat di Cedars-Sinai sekaligus penulis senior studi yang diterbitkan di jurnal JACC tersebut. "Penelitian kami menunjukkan bahwa kebakaran Eaton dan Pacific Palisades memberikan efek langsung pada kesehatan masyarakat."
Para peneliti menganalisis data kunjungan Departemen Gawat Darurat Cedars-Sinai selama periode 7 Januari hingga 7 April 2025. Data ini kemudian dibandingkan dengan rekam medis pada periode kalender yang sama dari tahun 2018 hingga 2024.
Meskipun total jumlah kunjungan gawat darurat secara keseluruhan tidak berubah signifikan, angka kunjungan untuk kondisi medis spesifik justru meroket. Dibandingkan rata-rata tujuh tahun sebelumnya, kunjungan akibat penyakit umum melonjak hingga 118%. Kasus serangan jantung naik sebesar 46%, sementara penyakit paru-paru meningkat 24%.
Susan Cheng menjelaskan partikel halus (PM2.5) dari asap kebakaran hutan dapat masuk ke dalam tubuh dan merusak organ vital. "Partikel halus yang dilepaskan kebakaran hutan dapat masuk ke tubuh dan menyebabkan cedera, terutama pada jantung dan paru-paru. Stres terkait kebakaran juga dapat berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan," tambahnya.
Selain lonjakan penyakit fisik, studi ini mengungkap tren lain yang mengkhawatirkan. Hasil tes darah yang tidak normal terkait penyakit umum meningkat lebih dari dua kali lipat pada periode tersebut. Temuan ini merupakan hal baru yang belum pernah dilaporkan dalam peristiwa kebakaran hutan besar sebelumnya.
"Hasil tes darah yang tidak normal dapat mengindikasikan bahwa tubuh sedang merespons stresor eksternal, seperti racun di udara," kata Joseph Ebinger, MD, MS, Profesor Madya di Departemen Kardiologi dan penulis utama studi ini. Ia menekankan perlunya riset lebih lanjut untuk menentukan langkah mitigasi risiko di masa depan.
Penelitian ini merupakan bagian dari LA Fire HEALTH Study, sebuah kolaborasi besar melibatkan berbagai universitas ternama seperti Harvard, Stanford, Yale, hingga UCLA. Tim ilmuwan berencana untuk terus memantau konsekuensi kesehatan jangka panjang dari kebakaran Januari 2025 ini hingga 10 tahun ke depan. (Science Daily/Z-2)
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Wilayah rawan karhutla di Bangka antara lain Belinyu, Bakem, Puding dan Lintas Timur Bangka.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
TIM gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu (26/4) siang berhasil memadamkan terjadinya karhutla.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved