Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEHATAN otak sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi harian. Salah satu zat gizi yang paling dibutuhkan otak adalah asam lemak omega-3, khususnya EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid).
Kedua nutrisi ini berperan penting dalam menjaga fungsi kognitif, membantu daya ingat, konsentrasi, hingga menjaga kesehatan saraf. Sayangnya, tubuh manusia tidak dapat memproduksi EPA dan DHA sendiri, sehingga harus diperoleh dari makanan, terutama ikan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ikan secara rutin berkaitan dengan kesehatan otak yang lebih baik. Melansir dari laman Eating Well, ini dia lima jenis ikan kaya omega-3 untuk mendukung fungsi otak.
1. Bengkalis
Herring atau ikan bengkalis termasuk ikan berukuran kecil yang memiliki kandungan omega-3 sangat tinggi. Karena berada di rantai makanan bawah, ikan ini cenderung lebih sedikit terpapar logam berat dibanding ikan besar.
Dalam 100 gram bengkalis terkandung sekitar 909 mg EPA dan 1.100 mg DHA. Kandungan tersebut menjadikan ikan ini sebagai salah satu sumber omega-3 terbaik untuk mendukung kesehatan sel otak dan sistem saraf.
2. Makarel
Makarel juga masuk dalam kelompok ikan kecil yang kaya nutrisi. Ikan ini mengandung sekitar 898 mg EPA dan 1.400 mg DHA per 100 gram. Meski memiliki rasa yang cukup kuat, makarel sangat bermanfaat untuk kesehatan otak karena membantu menjaga struktur membran sel otak dan mendukung proses komunikasi antarsaraf. Makarel dapat diolah dengan berbagai bumbu agar rasanya lebih mudah diterima.
3. Salmon
Salmon menjadi jenis ikan yang paling populer. Selain mudah ditemukan, salmon juga kaya omega-3. Dalam 100 gram salmon terdapat sekitar 862 mg EPA dan 1.100 mg DHA.
Menariknya, salmon tetap memberikan manfaat omega-3 baik dikonsumsi segar, beku, maupun dalam bentuk kalengan. Konsumsi salmon secara rutin dikaitkan dengan fungsi kognitif yang lebih baik dan risiko penurunan daya ingat yang lebih rendah.
4. Sarden
Sarden merupakan ikan kecil yang praktis dan mudah dikonsumsi karena banyak tersedia dalam kemasan kaleng. Dalam 100 gram sardin terkandung sekitar 473 mg EPA dan 509 mg DHA. Selain omega-3, sardin juga kaya mineral penting seperti kalsium, magnesium, kalium, dan seng yang mendukung kesehatan jantung dan membantu mengurangi peradangan. Kandungan nutrisi tersebut secara tidak langsung juga berdampak positif pada kesehatan otak.
5. Tuna
Tuna, khususnya tuna kalengan, menjadi pilihan yang terjangkau dan mudah diolah. Meski kandungan omega-3-nya tidak setinggi ikan berlemak lain, tuna tetap memberikan manfaat.
Dalam 100 gram tuna kaleng terdapat sekitar 25 mg EPA dan 197 mg DHA. Tuna dapat menjadi alternatif sumber omega-3 bagi masyarakat yang ingin meningkatkan asupan ikan tanpa biaya mahal.
Secara keseluruhan, ikan merupakan sumber nutrisi penting bagi otak karena kandungan omega-3 yang berperan dalam menjaga fungsi saraf dan kemampuan berpikir. Mengonsumsi ikan setidaknya dua kali seminggu dapat menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan otak sejak dini hingga usia lanjut. (Eating Well/z-1)
Brain fog merupakan gambaran umum dari penurunan kemampuan kognitif yang kerap dipicu oleh stres, perubahan hormon, hingga efek pascainfeksi.
Jambul tersebut milik spesies baru, yaitu Spinosaurus mirabilis yang berkeliaran di ekosistem sungai kuno di daerah tersebut sekitar 95 juta tahun lalu pada Zaman Kapur Akhir.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Harga ikan laut di pasar Kota Palu, Sulawesi Tengah, terus merangkak naik sejak dua pekan terakhir. Harga ikan cakalang, misalnya, kini mencapai Rp60 ribu per dari Rp30 ribu per kg.
Meski tidak ada makanan yang bisa menjadi obat instan, para ahli sepakat bahwa pola makan sehat berperan penting dalam menjaga dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Pantauan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kupang, Minggu (18/1), Ikan ekor kuning ukuran sedang yang sebelumnya dijual sekitar Rp80.000 per ekor, sekarang melonjak menjadi Rp150.000.
Riset terbaru menunjukkan makanan ultra-proses (UPF) seperti camilan kemasan tidak hanya berdampak pada fisik, tapi juga merusak kemampuan konsentrasi otak.
Penelitian terbaru mengungkap asam lemak EPA dalam minyak ikan justru bisa menghambat pemulihan cedera otak ringan dan memicu penurunan kognitif.
Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko demensia seperti Alzheimer.
Studi University College London menunjukkan olahraga meningkatkan protein BDNF yang berperan penting dalam fungsi otak, memori, dan kesehatan mental.
Terminal lucidity adalah lonjakan kesadaran sesaat sebelum meninggal. Ini penjelasan ilmiah, tanda-tanda, dan fakta medisnya.
Terminal lucidity adalah fenomena kejernihan mendadak sebelum kematian pada pasien demensia. Simak penjelasan, ciri, dan fakta ilmiahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved