Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Pembentukan Undang-Undang (UU) tentang Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai penting sebagai landasan hukum yang kuat bagi pelaksanaan program berskala nasional tersebut.
Keberadaan UU akan memberikan kepastian hukum, legitimasi yang kokoh, serta tata kelola lebih akuntabel dibandingkan dengan hanya mengandalkan Peraturan Presiden (Perpres).
Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Alven Stony saat menjadi narasumber dalam diskusi publik bertema Satu Tahun MBG dan Peran Polri di SPPG, di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Alven bahkan menyebutkan program MBG berpotensi jadi solusi strategis untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, terutama dari keluarga kurang mampu.
"Dengan asupan makan bergizi yang memadai, anak-anak dapat lebih fokus belajar sehingga berdampak positif pada peningkatan prestasi akademis," ucap dia.
Selain itu, Alven menilai MBG berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya gizi seimbang serta menurunkan angka stunting di Indonesia.
Namun, ia mengingatkan, keberhasilan program sangat bergantung pada kualitas implementasi dan pengawasan di lapangan agar pelaksanaannya efektif dan tepat sasaran.
Lebih jauh, Alven menegaskan, UU MBG sangat mendesak untuk menjamin kualitas, akuntabilitas, dan keberlanjutan program dalam jangka panjang.Menurut dia, kerangka hukum setingkat undang-undang dibutuhkan untuk mengatasi persoalan tata kelola, mencegah kebocoran anggaran, memastikan standar gizi, serta memberikan landasan kuat bagi pengaturan sanksi pidana dan pembagian kewenangan lintas sektor.
“UU MBG juga diperlukan agar tidak berhimpitan dengan UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan tidak saling klaim sumber dana APBN,” ujar Alven.
Ia menambahkan kejelasan payung hukum tersebut penting agar program MBG memiliki struktur pendanaan dan kewenangan yang tegas, sekaligus memperkuat legitimasi negara dalam menjalankan program strategis demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia.
Dalam forum yang sama, jurnalis senior Bambang Harymurti menyatakan dukungannya terhadap usulan Ketua Umum Gapembi terkait perlunya UU MBG.
Ia mencontohkan India sebagai role model, mengingat negara tersebut memiliki pengalaman panjang dalam mengimplementasikan program makan siang massal secara nasional selama beberapa dekade.
Menurut Bambang, pengalaman India menunjukkan keberadaan undang-undang khusus menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan, efektivitas, serta konsistensi pelaksanaan program makan bergizi bagi anak-anak di tingkat nasional.
Ia pun berharap diskusi publik ini menjadi ruang pertukaran gagasan antar pemangku kepentingan untuk mengevaluasi satu tahun pelaksanaan MBG sekaligus merumuskan penguatan kebijakan ke depan, termasuk aspek pengawasan dan akuntabilitas program. (H-2)
Myscha, siswi SD di Manggarai Timur, NTT, kirim surat ke Presiden Prabowo. Ia curhat soal Makan Bergizi Gratis, takut keracunan, hingga kondisi sekolah rusak.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mulai menunjukkan dampak signifikan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Nilai produksi sayuran nasional tembus Rp120 triliun. Pakar IPB dan Ewindo dorong penguatan sistem pangan melalui benih unggul dan teknologi perbenihan.
PTPP sukses menyelesaikan proyek SPPG di 15 provinsi dalam 37 hari. Proyek ini mendukung program Makan Bergizi Gratis untuk menekan stunting dan meningkatkan kualitas SDM.
Survei Poltracking Indonesia menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi motor kepuasan publik dan penggerak ekonomi petani di akar rumput.
Hashim Djojohadikusumo resmi ditunjuk sebagai Ketua Penasihat APPMBGI untuk memperkuat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional.
Sebagai kepala pemerintahan dalam sistem presidensial, Presiden memiliki kewenangan menjalankan program prioritas yang telah disahkan dalam peraturan perundang-undangan.
Presiden juga menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian serius terhadap pendidikan. Ia menyebut, investasi di bidang pendidikan akan terus diperkuat demi masa depan bangsa.
Wakil Bendahara Umum Depinas Soksi (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia), Ambar Chrisdiana menegaskan dukungan penuh terhadap keberlanjutan Program MBG.
Penguatan tata kelola dan sistem distribusi terus dilakukan untuk memastikan program berjalan optimal, transparan, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Kepala BGN juga menyinggung pentingnya pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi dengan mencontohkan Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved