Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INFEKSI virus pernapasan sinktial atau Respiratory Syncytial Virus (RSV) bukanlah penyakit ringan bagi orang lanjut usia (lansia), terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas. Para ahli memperingatkan kondisi ini dapat berujung pada komplikasi parah, bahkan kematian.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Robert Sinto, Sp.PD, K-PTI, DPhil, FINASIM, FHEA, menegaskan bahwa RSV dapat mengancam nyawa, jauh berbeda dari flu biasa.
"RSV bukan penyakit batuk pilek biasa yang kemudian orang yang tetap hidup sehat seperti biasa. Tapi bisa berakhir dengan komplikasi ICU, bahkan bisa berakhir dengan kematian," kata Robert, dikutip Sabtu (6/12).
Menurut dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Pelni itu, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi akan berkurang seiring bertambahnya usia, membuat lansia lebih rentan terhadap serangan RSV.
Kelompok yang paling berisiko tinggi adalah individu berusia di atas 65 tahun dengan riwayat komorbiditas, antara lain:
Tidak hanya itu, infeksi RSV juga dapat menyebabkan keparahan pada pasien yang dirawat lama di rumah sakit atau mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
Keparahan infeksi RSV pada lansia terbukti berdampak signifikan pada kualitas hidup jangka panjang.
Sebuah penelitian yang mengamati 302 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas yang dirawat di rumah sakit akibat RSV menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan.
"Sebanyak 32% peserta penelitian menunjukkan hasil buruk dalam penilaian aktivitas sehari-hari setelah enam bulan menjalani rawat inap," jelas Robert.
Artinya, satu dari tiga pasien yang sempat dirawat mengalami kesulitan melakukan aktivitas dasar sehari-hari secara mandiri, seperti berpakaian, menggunakan kamar mandi, dan makan.
Kondisi ini dapat memicu penurunan nafsu makan dan risiko kekurangan nutrisi, yang pada akhirnya membuat kondisi tubuh lansia semakin melemah.
Mengingat risiko yang tinggi, penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala dan risiko infeksi RSV sejak dini. RSV mudah menular dan dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB).
Gejala pertamanya, berdasarkan keterangan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), biasanya muncul antara hari ke-4 hingga hari ke-7 setelah terpapar virus, meliputi hidung berair, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, dan demam.
Untuk mencegah serangan RSV pada lansia, dr. Robert menyarankan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta vaksinasi.
Berdasarkan panduan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), vaksin RSV dapat diberikan kepada orang berusia 60 tahun ke atas. Sementara itu, pasien berusia 18 tahun hingga 60 tahun dengan komorbiditas juga dapat menerima vaksin RSV atas rekomendasi dari dokter. (Ant/Z-1)
Merujuk pada data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2020–2024, terjadi peningkatan tren kasus pneumonia, diare, tuberkulosis, dan HIV pada anak-anak Indonesia.
Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal
ISPA tidak menyerang semua orang dengan dampak yang sama. Terdapat kelompok tertentu yang jauh lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Infeksi cacing secara kronis dapat menurunkan produksi ayam petelur, baik dari segi kuantitas maupun bobot telur.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Bagi warga senior ini, potensinya adalah quality tourism, karena mereka punya uang lebih lebih banyak, karena tidak lagi memiliki banyak kebutuhan seperti turis berusia muda.
Sebanyak 1.214 jemaah haji asal Kendal diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan. Pemkab Kendal pastikan fasilitas transportasi dan pendampingan lansia optimal.
Kemenhaj mengingatkan daerah untuk tidak berlebihan dalam seremonial pelepasan jemaah haji 2026. Acara panjang dinilai berisiko bagi kesehatan jemaah, terutama lansia.
Kenaikan suhu global membuat banyak orang kesulitan melakukan aktivitas fisik sederhana seperti pekerjaan rumah tangga atau naik tangga pada siang hari.
Survei global GSK mengungkap risiko cacar api pada lansia dengan penyakit kronis. Di Indonesia, biaya rawat inap mencapai Rp10 juta per kasus.
Pemerintah perketat syarat istitha’ah kesehatan jemaah haji 2026. Mayoritas lansia dan cuaca ekstrem jadi faktor utama tekan angka kematian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved