Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA kini menghadapi ancaman serius terkait diabetes. Lebih dari 20,4 juta orang dewasa di Indonesia hidup dengan diabetes, menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia menurut IDF Diabetes Atlas 2025. Lonjakan ini menunjukkan penyakit ini tak lagi hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga kelompok produktif yang kian rentan akibat pola hidup tidak sehat.
Kondisi ini diperburuk minimnya pemeriksaan rutin, sehingga banyak kasus baru ditemukan ketika komplikasi sudah muncul. Hal tersebut selaras dengan pengalaman tenaga kesehatan di lapangan yang sering menemukan pasien datang pada tahap lanjut.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Herry Nursetiyanto, menjelaskan pemaparannya mengenai penyakit kadar gula darah tinggi ini. Hadir dalam kegiatan edukasi di RS Puri Cinere, dirinya mengingatkan diabetes bukan hanya penyakit kronis biasa, tetapi memiliki karakter yang sulit disadari sejak awal.
“Diabetes dikenal sebagai silent killer karena sering kali tidak menimbulkan gejala hingga terjadi komplikasi serius," jelas Herry dalam pemaparannya, Sabtu (15/11/2025).
Peringatan ini sejalan dengan penjelasan dokter spesialis gizi klinik, dr Kartika Soekarahmita. Kartika menyoroti bagaimana kasus diabetes terus meningkat. Ia menyebutkan hasil penelitian nasional menunjukkan kenaikan signifikan, termasuk tingginya prevalensi hingga 11,7% tahun 2023, yang menandakan risiko diabetes semakin meluas bahkan pada kelompok usia muda.
“Salah satunya tadi, berat badan yang berlebih… lalu kalau makan yang tidak baik dan tidak suka bergerak atau tidak aktif,” ujarnya saat menghadiri acara yang sama.
Dr. Kartika menjelaskan faktor risiko tidak hanya datang dari konsumsi gula berlebihan. Pola makan tinggi karbohidrat sederhana, kurang aktivitas fisik, obesitas, dan kualitas tidur yang buruk juga berpengaruh.
“Kalau kita makan makanan yang indeks glikemiknya tinggi… gula darahnya tetap naik. Dan kalau dikonsumsi jangka panjang akhirnya terjadi resistensi insulin,” ujarnya.
Resistensi insulin merupkan kondisi di mana sel-sel tubuh (otot, lemak, hati) menjadi kurang responsif atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Sedangkan insulin, merupakan salah satu hormon pada tubuh manusia yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah. Sehingga, apabila resistensi insulin ini terjadi glukosa dari darah sulit masuk ke dalam sel untuk dijadikan energi, sehingga kadar gula darah meningkat. Ini yang menjadi pemicu diabetes.
Salah satu pencegahan diabetees ialah deteksi dini. Deteksi dini bisa dilkakukan di Rumah Sakit atau layanan kesehatan lainnya. Di RS Puri Cinere melalui layanan Wellness and Diabetic Hub, bisa melakukan pemeriksaan.
Wellness and Diabetic Hub merupakan sebuah pusat layanan terpadu yang menawakan pemeriksaan dan edukasi kesehatan. Beberapa layanan yang dapat diakses di antaranya:
Setiap hari 50 pasien bisa memeriksa gula darah secara gratis. “Di sana bapak ibu setiap harinya boleh berkonsultasi dengan tenaga kesehatan secara gratis, dan boleh melakukan pengecekan gula darah gratis setiap harinya,” ujar Direktur RS Puri Cinere, dr. Putri Nadia.
Program ini terbuka bukan hanya untuk pasien dengan diabetes, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin mencegah, memantau kondisi kesehatan, atau melakukan deteksi dini. (Diabetes Atlas/Z-2)
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Tingginya angka ini menunjukkan betapa berbahayanya diabetes, terutama bagi anak muda, yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi kesehatan serius
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved