Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Ahli jantung asal Scarsdale, Evan Levine, menyampaikan peringatan mengenai pola konsumsi yang berpotensi mengganggu kesehatan jantung. Dengan pengalamannya yang lebih dari 30 tahun, ia memberikan edukasi medis kepada masyarakat secara gamblang.
Dalam videonya, ia memaparkan daftar minuman yang dianggap berbahaya untuk jantung. Ketika diwawancarai, Levine menjelaskan empat minuman yang menempati posisi teratas dan alasan di balik penilaiannya.
Levine mengungkapkan bahwa frappuccino, terutama varian caramel berukuran grande. Namun, ia berhenti mengonsumsinya setelah menyadari efek yang muncul. Ia menjelaskan bahwa minuman tersebut membuat tubuh terasa sangat bertenaga sesaat. Tapi selanjutnya akan mengalami penurunan drastis dalam waktu sekitar dua jam.
Menurut Levine, satu porsi grande mengandung hampir 100 miligram kafein dan 51 gram gula atau setara 13 sendok teh. Ia menilai angka tersebut sangat tinggi dan dapat memberikan tekanan pada jantung. Terutama bagi penderita penyakit jantung.
Ia juga membandingkan jumlah gulanya dengan minuman energi yang memiliki kadar gula serupa. Levine menegaskan, campuran gula dan kafein dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan palpitasi dan gangguan irama jantung. Khususnya bagi orang yang mengonsumsi minuman ini untuk meningkatkan energi secara cepat.
Levine menjelaskan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah kecil umumnya aman bagi mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Akan tetapi, alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, kadar trigliserida. Hingga risiko irama jantung tidak teratur.
Pada konsumsi berat dalam jangka panjang, alkohol bahkan dapat menjadi racun yang merusak otot jantung. Kondisi tersebut dikenal sebagai alcohol cardiomyopathy dan dapat berakibat fatal.
Ia juga menanggapi klaim bahwa anggur merah bermanfaat bagi kesehatan jantung. Menurutnya, penelitian yang mendukung pandangan tersebut memiliki banyak kekurangan metodologis. Ia menilai bahwa hasil positif dalam studi tersebut kemungkinan dipengaruhi faktor lain pada gaya hidup responden.
Levine menegaskan bahwa satu kaleng soda mengandung sekitar 10 sendok teh gula. Ia menyatakan bahwa konsumsi gula dalam kadar sebesar ini dapat meningkatkan berat badan, memicu kenaikan kadar gula darah. Serta menambah risiko diabetes. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya memberi beban tambahan pada jantung.
Ia meminta masyarakat membayangkan mengonsumsi seperlima cangkir sirup jagung setiap kali minum soda. Menurutnya, gambaran tersebut menunjukkan betapa tingginya kandungan gula dalam minuman kemasan.
Minuman energi juga termasuk dalam daftar Levine. Ia menyebut produk seperti Red Bull memiliki kadar kafein lebih tinggi daripada kopi, disertai kandungan gula sekitar delapan sendok teh atau lebih. Sementara itu, Monster dapat mencapai hingga 15 sendok teh gula dalam satu kemasan.
Peringatan mengenai minuman energi kembali ramai dibicarakan. Setelah seorang ibu menyampaikan kisah putrinya yang meninggal akibat serangan jantung pada usia 28 tahun. Putrinya diketahui rutin mengonsumsi minuman energi untuk menunjang aktivitas olahraga. (New York Post/E-3)
Kabar duka datang dari dunia pers nasional. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada usia 54 tahun
Olahraga seharusnya memperpanjang usia, bukan mengakhirinya. Mengenali gejala serangan jantung sejak dini adalah kunci keselamatan utama.
OLAHRAGA dikenal sebagai cara efektif menjaga kesehatan jantung. Namun di sisi lain, aktivitas fisik juga bisa memicu serangan jantung.
Setiap menit keterlambatan dalam menangani sumbatan pembuluh darah berarti semakin banyak otot jantung yang mengalami kerusakan permanen.
Serangan jantung umumnya disebabkan oleh masalah mekanik pada pembuluh darah, sementara kematian jantung mendadak lebih berkaitan dengan sistem kelistrikan organ tersebut.
Selama bertahun-tahun, hilangnya kromosom Y pada pria lanjut usia dianggap sebagai bagian biasa dari proses menua.
Riset terbaru mengungkap kenaikan berat badan di usia muda jauh lebih mematikan. Simak kaitan obesitas dini dengan risiko jantung dan diabetes.
Masalah utama ada pada gejala yang sering terlihat biasa. Pada bayi, tanda awal penyakit jantung bawaan kerap muncul dalam bentuk perubahan fisik yang halus, tetapi signifikan.
Penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner bukan sekadar tanda kerusakan radiologis, melainkan cerminan proses biologis akibat faktor risiko seperti diabete dan, hipertensi.
Kebiasaan rutin yang dilakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Aritmia bisa terjadi pada usia muda tanpa disadari. Kenali gejala ringan, faktor pemicu, dan cara pencegahannya agar terhindar dari gangguan jantung berbahaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved