Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENURUNAN berat badan terbukti menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah kondisi prediabetes berkembang menjadi diabetes tipe 2. Metode ini dinilai mampu memperbaiki sensitivitas insulin dan menormalkan kadar gula darah tanpa harus mengandalkan obat.
Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah seseorang sudah di atas batas normal, namun belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes tipe 2. Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini berisiko berkembang menjadi diabetes penuh.
“Penurunan berat badan sebesar kurang lebih tujuh persen dari berat awal sudah terbukti menurunkan risiko perkembangan menjadi diabetes,” kata dr. Ali Baswedan, Sp.PD, KEMD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sub Endokrin Metabolik Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (4/11).
Menurutnya, kelebihan berat badan, terutama penumpukan lemak di sekitar perut, melemahkan kemampuan kerja insulin atau menurunkan sensitivitas insulin. “Akibatnya, gula darah cenderung meningkat dan meningkatkan risiko munculnya prediabetes. Semakin meningkat berat badan, semakin besar risikonya,” jelasnya.
Ali menambahkan, seseorang dengan obesitas, memiliki riwayat keluarga diabetes, jarang beraktivitas fisik, atau berusia di atas 40 tahun tergolong kelompok berisiko tinggi mengalami prediabetes. Upaya menurunkan berat badan akan mengurangi simpanan lemak tubuh, membuat tubuh lebih peka terhadap insulin, dan memperbaiki metabolisme.
“Berkurangnya lemak tubuh menurunkan peradangan atau inflamasi dalam tubuh dan mengurangi produksi zat kimia yang menghambat kerja insulin. Hasilnya, glukosa darah lebih mudah masuk ke sel dan gula darah menurun,” tuturnya.
Ali menekankan, target diet bukan sekadar menurunkan angka timbangan, melainkan memperbaiki komposisi tubuh. Penurunan lemak dan peningkatan massa otot akan membuat pembakaran glukosa di otot lebih optimal.
“Karena itu, kombinasi latihan beban untuk meningkatkan massa otot dan aerobik memberikan hasil terbaik,” ujarnya.
Ia mengingatkan, sebagian orang dengan prediabetes bisa kembali memiliki kadar gula darah normal setelah berhasil menurunkan berat badan. Namun hasilnya tergantung pada lamanya seseorang berada dalam kondisi prediabetes, fungsi pankreas, serta kemampuan mempertahankan berat badan ideal. “Jika berat badan naik lagi, kondisi pra-diabetes bisa muncul kembali,” kata Ali.
Ali menyebut prediabetes sebagai “lampu kuning” sebelum diabetes tipe 2. Meski demikian, kondisi ini masih bisa dikendalikan.
“Menurunkan berat badan dengan cara sehat seperti makan seimbang dan aktif bergerak rutin bisa menormalkan gula darah tanpa obat. Kuncinya bukan obat, tetapi perubahan gaya hidup jangka panjang yang konsisten,” pungkasnya. (H-2)
Panduan lengkap mengatasi resistensi insulin tahun 2026. Pelajari strategi diet kronobiologi, suplemen alami, dan pola latihan fisik untuk cegah diabetes.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 8,5%.`
Terdapat faktor lainnya, yaitu lingkungan obesogenik, yaitu lingkungan yang cenderung membuat orang menjadi obesitas.
Mengonsumsi 2 apel setiap hari dapat membantu menghilangkan kolesterol dari tubuh, mengatur kadar gula, mengurangi diabetes, hingga menurunkan risiko penyakit kronis seperti kanker.
Selain senam, ada pula sesi penyerahan bantuan dari Holywings Peduli kepada warga kelurahan Cikini senilai Rp30 juta.
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved