Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GENERASI Z kini memasuki dunia kerja dalam jumlah besar. Mereka dikenal adaptif, kreatif, dan melek teknologi. Namun, di balik citra positif itu, riset global dan nasional menunjukkan bahwa Gen Z adalah kelompok paling rentan mengalami burnout dan fatigue di lingkungan kerja.
Fenomena ini dibahas dalam podcast “Why Young People Get Burnout Easily & How to Overcome It”, yang menggali faktor penyebab serta solusi menghadapi kelelahan mental di era kerja modern, bersama narasumber Pakar Kedokteran Komunitas Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, dengan host Rory Asyari.
Menurut Ray, burnout di kalangan Gen Z bukan sekadar masalah personal, melainkan sudah menjadi isu kesehatan publik.
“Studi terbaru yang dilakukannya bersama kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa menemukan bahwa jumlah pekerja Gen Z di industri keuangan di Indonesia yang mengalami kelelahan atau fatique akibat faktor burnout dan stres kerja sangat banyak. Bahkan sekitar 6 dari 10 pekerja sektor keuangan usia muda mengeluhkan stres kerja dan burnout yang dirasakan sebagai mudah lelah atau tidak tahan tekanan. Padahal, realitanya mereka bukan lelah fisik karena pekerjaan tetapi karena salah satu faktornya adalah kurang work-life-balance, budaya kerja tanpa batas, dan tekanan sosial digital. Burnout di tempat kerja adalah alarm serius, bukan tanda kelemahan,” ujar Ray, yang merupakan pendiri Health Collaborative Center (HCC) ini.
Sementara host dari podcast Room For Improvement ini Rory Asyari menimpali bahwa bisa jadi memang harapan dan keinginan para Gen Z ini tidak ‘ketemu’ dengan realita di tempat kerja, sehingga jadinya stres.
Ray menambahkan, perusahaan perlu meninjau ulang kebijakan kerja agar lebih ramah kesehatan mental, termasuk menyediakan ruang pemulihan, manajemen beban kerja yang sehat, serta akses konseling yang memadai.
Beberapa pembahasan kunci yang muncul:
Burnout bukan hanya mengurangi kualitas hidup individu, tapi juga berdampak pada produktivitas perusahaan dan keberlanjutan tenaga kerja.
Menurut Ray, jika dibiarkan, fenomena ini bisa meningkatkan angka turnover, menurunkan engagement, dan bahkan memengaruhi kesehatan fisik jangka panjang generasi muda.
Podcast Why Young People Get Burnout Easily & How to Overcome It menjadi ruang refleksi penting bagi pekerja muda, HRD, hingga manajemen perusahaan. Dengan memahami burnout secara lebih jernih, dunia kerja dapat menjadi ruang yang sehat, produktif, dan humanis bagi Gen Z dan generasi setelahnya. (Z-1)
Survei tersebut menempatkan Anwar Hafid sebagai satu-satunya wakil Sulawesi yang masuk jajaran 10 besar gubernur berkinerja terbaik secara nasional.
Di kota tropis seperti Jakarta, konsep 'summer' tidak sekadar musim, melainkan state of mind, tentang kebebasan, spontanitas, dan koneksi.
Kalangan Gen Z kini lebih mengedepankan personalisasi dan pengalaman dalam merancang hari istimewa mereka.
Generasi Z dan Milenial di Jakarta mulai meninggalkan konsep kepemilikan rumah sebagai simbol sukses. Simak analisis pakar properti terkait tren ini.
Bed rotting memiliki dimensi psikologis yang lebih kompleks, terutama terkait tekanan sosial dan proses pencarian jati diri.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dorong peningkatan literasi nasional manfaatkan tingginya minat baca Gen Z berdasarkan riset Jakpat 2025.
Secara ilmiah, stres berkaitan dengan respons tubuh terhadap tekanan yang dikenal sebagai fight or flight response, yaitu reaksi alami tubuh saat menghadapi ancaman
Psikolog klinis Teresa Indira Andani menjelaskan perbedaan mendasar antara emosi dan stres serta cara tepat mendampingi orang yang sedang tertekan.
STRES tidak selalu muncul dalam bentuk rasa tertekan atau sedih yang jelas.
Perjalanan mudik yang panjang dan melelahkan sering kali menjadi pemicu kekambuhan bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Stres tidak hanya memengaruhi mental tetapi juga penampilan. Dari jerawat hingga rambut rontok, berikut 10 perubahan pada wajah dan tubuh akibat stres.
Pelajari ciri-ciri stres fisik, psikologis, dan perilaku serta cara efektif menanggulanginya melalui koping proaktif, mindfulness, olahraga, dan intervensi sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved