Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA bed rotting, yakni kebiasaan berdiam lama di tempat tidur sambil berselancar di media sosial atau menonton video, kian populer di kalangan remaja dan gen Z.
Perilaku ini kerap dianggap sebagai bentuk kemalasan. Padahal, menurut Pakar Pendidikan Anak dan Remaja IPB University, Dr Yulina Eva Riany, perilaku ini memiliki dimensi psikologis yang lebih kompleks, terutama terkait tekanan sosial dan proses pencarian jati diri.
"Fenomena ini tidak bisa dilihat secara sederhana. Bed rotting sering kali langsung diberi label sebagai kemalasan. Padahal, dari perspektif psikologi perkembangan, perilaku ini jauh lebih kompleks," kata Yulina dikutip dari laman IPB University, Sabtu (25/4).
Yulina menerangkan bahwa remaja berada pada fase identity vs role confusion, yakni tahap pencarian jati diri. Dalam konteks ini, dunia digital menjadi ruang eksplorasi baru.
“Bed rotting tidak selalu bisa dibaca sebagai perilaku pasif. Dalam beberapa kasus, ia bisa menjadi ‘ruang jeda’ sekaligus ‘ruang eksplorasi’ bagi remaja,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan bahwa fenomena ini memiliki sisi ambivalen. Paparan berlebih terhadap kehidupan ideal di media sosial dapat memicu perbandingan sosial dan kecemasan.
“Bed rotting bisa menjadi semacam pause button psikologis, tetapi juga berpotensi menjadi bentuk penarikan diri dari tekanan,” tambahnya.
Yulina menjelaskan bahwa bed rotting berada di wilayah abu-abu antara self-care dan perilaku maladaptif. Ketika dilakukan secara sadar untuk memulihkan energi, perilaku ini dapat menjadi strategi regulasi diri yang sehat. Namun, jika berubah menjadi pelarian dari tekanan, maka termasuk dalam pola avoidance coping.
“Jika individu masih memiliki kendali, tahu kapan harus berhenti dan mampu kembali beraktivitas, maka ini bisa menjadi bentuk self-care. Namun, ketika kontrol mulai hilang, dampaknya bisa serius,” ujarnya.
Dalam kondisi tertentu, bed rotting dapat menjadi indikasi masalah kesehatan mental, seperti burnout, kecemasan berlebih, hingga depresi. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain kehilangan minat, gangguan tidur, menarik diri dari lingkungan sosial, serta penurunan fungsi dalam akademik atau pekerjaan.
Untuk itu, Yulina menekankan pentingnya membangun pola istirahat yang sehat. “Istirahat yang sehat bukan sekadar tidak melakukan apa-apa, tetapi dilakukan dengan kesadaran, memiliki batas waktu, dan benar-benar memulihkan energi,” tuturnya.
Oleh karena itu, disarankan agar menetapkan batas waktu istirahat, membatasi penggunaan gawai di tempat tidur, serta mengganti istirahat pasif dengan aktivitas ringan seperti berjalan santai atau peregangan.
“Self-care yang sehat bukan tentang berapa lama kita beristirahat, tetapi apakah kita tetap memegang kendali atas pilihan kita,” pungkasnya. (H-2)
Survei tersebut menempatkan Anwar Hafid sebagai satu-satunya wakil Sulawesi yang masuk jajaran 10 besar gubernur berkinerja terbaik secara nasional.
Di kota tropis seperti Jakarta, konsep 'summer' tidak sekadar musim, melainkan state of mind, tentang kebebasan, spontanitas, dan koneksi.
Kalangan Gen Z kini lebih mengedepankan personalisasi dan pengalaman dalam merancang hari istimewa mereka.
Generasi Z dan Milenial di Jakarta mulai meninggalkan konsep kepemilikan rumah sebagai simbol sukses. Simak analisis pakar properti terkait tren ini.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dorong peningkatan literasi nasional manfaatkan tingginya minat baca Gen Z berdasarkan riset Jakpat 2025.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul bisa beragam, seperti perasaan cemas berlebihan, jantung berdebar saat berada di keramaian.
Tim medis multidisiplin, yang terdiri dari dokter spesialis bedah plastik hingga oftalmologi, dikerahkan untuk memastikan perawatan Andrie Yunus berjalan berkesinambungan.
Generasi Alpha (kelahiran 2010–2025) adalah generasi pertama yang terpapar lingkungan digital sejak lahir.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan berbagai upaya penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Pemalang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved