Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK penderita diabetes ragu untuk mengonsumsi mangga karena kekhawatiran akan kandungan gulanya. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa buah ini mungkin tidak seburuk yang diperkirakan.
Mengatasi Mitos Seputar Mangga dan Diabetes
Dr. Rahul Baxi, seorang pakar diabetes terkenal di Mumbai, kerap mendapatkan pertanyaan dari pasien mengenai konsumsi mangga. Banyak pasien memiliki pandangan ekstrem, entah menghindari mangga sepenuhnya atau justru menganggapnya bisa "menyembuhkan diabetes."
Dr. Baxi menjelaskan bahwa kenyataannya berada di tengah-tengah. Seringkali, kadar glukosa pasien meningkat setelah musim mangga karena konsumsi yang berlebihan.
Namun, penelitian ilmiah terbaru memberikan perspektif baru. Dua uji klinis di India menunjukkan bahwa konsumsi mangga secara terkontrol, sebagai pengganti karbohidrat, justru dapat meningkatkan kadar gula darah dan kesehatan metabolisme pada penderita diabetes tipe 2.
Sebuah studi yang akan diterbitkan di European Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa tiga varietas mangga populer di India, Safeda, Dasheri, dan Langra, menghasilkan respons glikemik yang lebih rendah dibandingkan roti tawar. Artinya, mangga tidak meningkatkan kadar gula darah secepat yang selama ini diperkirakan.
Penelitian lain yang dimuat di Journal of Diabetes & Metabolic Disorders justru menunjukkan hasil yang lebih mengejutkan. Penelitian selama delapan minggu ini melibatkan 35 orang dewasa dengan diabetes tipe 2 yang mengganti roti sarapan mereka dengan 250 gram mangga. Hasilnya, mereka mengalami perbaikan pada:
Prof. Anoop Misra, pemimpin penelitian, menyatakan bahwa studi ini menunjukkan konsumsi mangga dalam jumlah kecil aman bagi penderita diabetes. Selain itu, mangga dalam dosis kecil bahkan berpotensi memberikan manfaat bagi mereka.
Meskipun temuan ini menggembirakan, para ahli menekankan pentingnya moderasi dan pengawasan klinis. Prof. Misra menjelaskan bahwa mangga harus menjadi bagian dari total kalori harian, bukan tambahan. Satu mangga kecil seberat 250 gram mengandung sekitar 180 kalori, setara dengan jumlah karbohidrat yang dapat diganti dalam pola makan.
Dr. Baxi menambahkan bahwa ia mengizinkan pasiennya menikmati mangga dalam porsi terbatas (sekitar setengah porsi atau 15g karbohidrat) satu atau dua kali sehari, dengan syarat kadar glukosa terkontrol.
Ia menyarankan mangga dimakan di antara waktu makan, bukan sebagai makanan penutup. Disarankan untuk mengombinasikan mangga dengan sumber protein atau serat. Sebaiknya hindari memadukannya dengan karbohidrat atau minuman manis seperti jus dan milkshake.
Jadi, bagi penderita diabetes yang menyukai mangga, kabar baiknya adalah Anda tidak harus menghindarinya. Kuncinya adalah porsi yang terkontrol dan pemahaman yang tepat tentang cara mengonsumsinya. (BBC/Z-2)
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved