Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDERITA diabetes perlu lebih selektif saat memilih makanan, termasuk buah kering. Meskipun sering dianggap sebagai camilan yang sehat, beberapa jenis buah kering mengandung gula yang tinggi, dan dapat memperburuk kondisi kadar gula darah.
Jika tidak dikontrol, konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan lonjakan glukosa dalam tubuh, sehingga penting untuk mengetahui jenis mana yang sebaiknya tidak dikonsumsi.
Berdasarkan informasi dari Healthshots, buah kering melalui proses pengeringan yang mengurangi kadar air, tetapi meningkatkan konsentrasi gula yang ada.
Akibatnya, meskipun terlihat sehat, beberapa buah kering memiliki indeks glikemik yang tinggi dan juga kandungan karbohidrat yang berlebihan.
Ini tentunya bisa memberikan dampak buruk bagi penderita diabetes, terutama dalam menjaga kestabilan kadar gula darah.
1. Kismis
Kismis adalah anggur yang sudah dikeringkan, sehingga rasanya sangat manis. Proses pengeringan ini membuat kadar gula alami dalam kismis meningkat secara signifikan.
Dalam satu porsi kecil kismis, terdapat gula yang cukup untuk meningkatkan kadar gula darah dengan drastis. Selain itu, indeks glikemik dari kismis tergolong sedang hingga tinggi, sehingga kurang cocok bagi penderita diabetes.
2. Kurma
Kurma sering dianggap sebagai makanan sehat karena kandungan serat dan antioksidannya. Namun, bagi penderita diabetes, makanan ini sebaiknya dibatasi atau bahkan dihindari.
Satu buah kurma ukuran sedang dapat mengandung sekitar 16 gram karbohidrat, sebagian besar merupakan gula. Meskipun memiliki manfaat lainnya, kandungan gulanya menjadikan kurma kurang sesuai untuk mengatur kadar gula darah.
3. Aprikot Kering
Meskipun aprikot kering tidak terasa semanis kismis atau kurma, buah ini memiliki kadar gula yang tinggi. Proses pengeringan meningkatkan kadar fruktosa alami dalam buah tersebut, yang bisa mempercepat peningkatan gula darah.
Di samping itu, aprikot kering sering kali diberi pengawet seperti sulfur dioksida, yang bisa membawa efek samping bagi kesehatan.
4. Prune (Plum Kering)
Prune dikenal bermanfaat untuk pencernaan karena kandungan seratnya, tetapi ternyata juga tinggi gula. Dalam satu porsi prune dapat ditemukan lebih dari 18 gram gula alami.
Walaupun indeks glikemiknya tidak setinggi kismis, kandungan karbohidrat dalam prune tetap menjadi perhatian bagi penderita diabetes, terutama jika dimakan secara teratur.
5. Buah Ara Kering (Figs)
Buah ara kering kaya akan serat dan zat besi, tetapi juga memiliki tingkat gula yang tinggi. Mengonsumsi buah ara kering dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dengan cepat, terutama jika tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang tinggi serat lainnya.
Setiap dua buah ara kering mengandung sekitar 20 gram gula, sehingga kurang tepat bagi penderita diabetes.
6. Mangga Kering
Mangga kering merupakan salah satu buah kering yang paling manis, dan sering kali mengandung tambahan gula saat proses produksinya.
Dalam satu porsi mangga kering bisa terdapat lebih dari 25 gram gula, termasuk gula tambahan. Kombinasi antara gula alami dan tambahan tersebut dapat sangat berisiko memicu lonjakan kadar gula darah yang tajam.
Para dokter dan ahli gizi menyarankan kepada penderita diabetes untuk menghindari buah kering yang memiliki kandungan gula tinggi, atau bila ingin mengonsumsinya, pilihlah versi tanpa tambahan gula.
Namun, jumlah dan frekuensi konsumsi tetap harus diperhatikan dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis terlebih dahulu.
Dalam mengikuti pola makan yang sehat, orang dengan diabetes disarankan untuk memilih buah-buahan segar yang memiliki indeks glikemik rendah, serta tetap memperhatikan ukuran porsi.
Pengendalian asupan gula sangat penting agar kadar gula darah tetap stabil dan untuk mengurangi kemungkinan komplikasi akibat diabetes.
Dengan memahami jenis-jenis buah kering yang dapat meningkatkan kadar gula, orang yang menderita diabetes bisa menghindari risiko yang seharusnya tidak terjadi.
Edukasi mengenai nilai gizi dalam makanan menjadi salah satu elemen penting dalam pengelolaan penyakit ini secara efektif dan berkelanjutan. (Z-1)
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Bahkan, camilan yang sehat justru dapat membantu menjaga kadar gula darah agar tidak naik terlalu tinggi sekaligus mencegah gula darah turun terlalu rendah.
Gabungan Momogi Group-Bibica akan memiliki pangsa pasar yang signifikan di Indonesia dan Vietnam sebagai dua pasar utama di kawasan.
Produsen Magfood (merek bumbu makanan) memprediksi salah satu tren yang akan terus mendominasi adalah eksplorasi rasa yang semakin berani.
UMKM Gadoeh Rasa menghadirkan makanan pendamping anak yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi
PASAR Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif di sektor food & beverage, khususnya pada kategori camilan yang menyasar generasi muda dan keluarga urban.
Tahun 2026 menjadi era hyper-personalization, produsen tidak lagi bisa menggunakan pendekatan yang sama untuk semua konsumen (one size fits all).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved