Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER serviks sering kali dianggap hanya disebabkan perilaku seksual yang berisiko, terutama yang disebabkan infeksi virus Human Papillomavirus (HPV). Namun, berbagai referensi medis menunjukkan faktor-faktor risiko kanker serviks lebih luas daripada sekadar sejarah hubungan seksual.
Gaya hidup, kekebalan tubuh, dan aspek genetik juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko seseorang terhadap penyakit ini.
Menurut informasi dari Canadian Cancer Society, Kementerian Kesehatan RI, dan Alodokter, berikut ini adalah faktor risiko tambahan yang penting untuk diperhatikan terkait kanker serviks:
Perempuan yang merokok memiliki kemungkinan terkena kanker serviks dua kali lipat dibandingkan yang tidak merokok. Bahan kimia yang terdapat dalam rokok dapat merusak DNA di area leher rahim serta mengurangi kemampuan tubuh dalam menghadapi infeksi HPV.
Individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, seperti penderita HIV atau mereka yang menggunakan obat imunosupresan (seperti setelah transplantasi organ), lebih rentan terhadap infeksi HPV yang dapat berujung pada kanker serviks.
Penggunaan pil KB lebih dari lima tahun tanpa jeda dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks. Meskipun berguna sebagai alat kontrasepsi, sebaiknya penggunaan jangka panjang ini diperiksa kembali oleh tenaga medis.
Perempuan yang memiliki anak sebelum berusia 17 tahun atau yang melahirkan lebih dari tiga anak berisiko lebih tinggi, karena leher rahim mengalami perubahan fisiologis yang lebih banyak, yang bisa mempercepat perkembangan sel abnormal.
Memiliki riwayat keluarga yang terjangkit kanker serviks juga bisa meningkatkan risiko, meskipun bukan merupakan faktor utama. Beberapa gen dapat berperan dalam menentukan bagaimana sistem kekebalan tubuh merespons infeksi HPV.
Diet yang rendah vitamin A, C, E, dan folat dapat mengurangi kekuatan sistem imun dan mempercepat kerusakan pada sel-sel serviks. Nutrisi seimbang sangat penting demi menjaga kesehatan sel-sel dalam tubuh.
Perempuan yang ibunya mengonsumsi DES saat hamil (umumnya sebelum tahun 1971) memiliki risiko lebih tinggi terkena tipe kanker serviks tertentu, meski kasusnya sangat jarang.
Untuk menurunkan risiko kanker serviks secara menyeluruh, berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang dianjurkan oleh berbagai sumber medis terpercaya:
Vaksin HPV dianjurkan diberikan kepada anak perempuan usia 9–14 tahun sebelum mereka memulai aktivitas seksual. Vaksin ini terbukti efektif dalam mencegah infeksi HPV tipe berisiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks.
Pemeriksaan leher rahim dilakukan secara rutin, setidaknya setiap tiga tahun untuk perempuan berusia 21–65 tahun, sangatlah krusial dalam mendeteksi perubahan sel lebih awal sebelum berkembang menjadi kanker.
Menghentikan kebiasaan merokok berperan membantu menjaga keutuhan DNA sel dan meningkatkan kemampuan sistem imun untuk melawan infeksi.
Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran kaya antioksidan, vitamin, dan mineral dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan serta mendukung sistem kekebalan.
Menjaga kebersihan area genital dengan baik dapat mencegah infeksi menular serta mendukung kesehatan sistem reproduksi secara keseluruhan.
Jika menggunakan pil KB, sebaiknya rutin berkonsultasi dengan dokter guna mengevaluasi manfaat dan risikonya, terutama bila digunakan dalam jangka panjang.
Bagi orang dengan HIV atau kondisi yang melemahkan sistem imun, pemantauan serta perawatan yang rutin sangatlah penting untuk mencegah komplikasi, termasuk kanker serviks.
Pentingnya untuk meningkatkan pemahaman tentang berbagai risiko yang tidak hanya berasal dari hubungan seksual harus disoroti agar perempuan bisa melakukan langkah pencegahan yang sesuai sejak awal. Upaya pencegahan tetap menjadi aspek utama dalam menurunkan kasus kanker serviks di Indonesia. (Canadian Cancer Society/Kementerian Kesehatan RI/Alodokter/Z-2)
Dokter spesialis ingatkan pentingnya pap smear meski sudah vaksin HPV. Simak data kasus kanker serviks di Indonesia dan program skrining gratis Kemenkes.
Pap smear membantu mendeteksi HPV dan mencegah kanker serviks sejak dini. Ketahui manfaat, risiko, dan jadwal pemeriksaan sesuai usia.
KEKHAWATIRAN tertular penyakit dari toilet umum masih sering muncul di masyarakat, terutama terkait Human papillomavirus (HPV).
Ketua Perdoski dr. Hanny Nilasari meluruskan mitos virus HPV. Ternyata laki-laki juga berisiko tinggi terkena kanker akibat HPV. Simak faktanya.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Ketua Perdoski dr. Hanny Nilasari memperingatkan bahwa virus HPV tidak hanya menular lewat hubungan seksual, tapi juga kontak kulit dan objek tertentu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved