Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GAGAL jantung merupakan keadaan serius yang terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh. Ini bukan berarti jantung berhenti berfungsi, tetapi kemampuan jantung dalam menjalankan tugasnya mengalami penurunan secara bertahap.
Jika tidak terdeteksi sejak dini, gagal jantung dapat memicu komplikasi yang serius, bahkan menyebabkan kematian.
Menurut Heartology Cardiovascular Center, banyak individu yang tidak menyadari bahwa mereka mengalami gagal jantung karena gejala awal sering kali ringan dan mirip dengan kelelahan biasa.
Akibatnya, penanganan medis kerap terlambat diberikan. Di Indonesia, gagal jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi terkait penyakit jantung, terutama pada orang lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis.
Gagal jantung bisa menyerang siapa saja, tetapi lebih umum terjadi pada mereka yang memiliki pola hidup tidak sehat atau memiliki kondisi medis lain yang memengaruhi fungsi jantung. Semakin cepat gejala diidentifikasi dan diterapi, semakin besar kemungkinan seseorang untuk hidup dengan kualitas yang baik.
Berdasarkan informasi dari Heartology dan Alodokter, terdapat beberapa penyebab umum dari gagal jantung, antara lain:
1. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Ketika hipertensi bertahan lama, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Seiring waktu, otot jantung menjadi tegang, lebih tebal, dan mengurangi kemampuannya untuk berfungsi dengan baik.
2. Penyakit Jantung Koroner
Kondisi ini terjadi saat pembuluh darah di jantung tersumbat oleh timbunan kolesterol, yang menghambat aliran darah. Kekurangan pasokan oksigen membuat otot jantung rusak dan meningkatkan risiko gagal jantung.
3. Riwayat Serangan Jantung
Serangan jantung dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan otot jantung. Setelah itu, kemampuan jantung untuk memompa darah menurun, yang bisa berakhir pada gagal jantung.
4. Penyakit Katup Jantung
Kerusakan atau disfungsi pada katup jantung menyebabkan aliran darah menjadi abnormal, sehingga jantung harus bekerja lebih keras dan dapat melemah.
5. Diabetes
Tingginya kadar gula darah merusak pembuluh darah dan jantung. Penderita diabetes juga sering mengalami hipertensi dan kolesterol tinggi, semuanya memperburuk fungsi jantung.
6. Pola Hidup tidak Sehat
Merokok, konsumsi alkohol yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak seimbang dapat meningkatkan tekanan darah, kadar kolesterol, serta risiko obesitas—yang semuanya memicu masalah pada jantung.
7. Infeksi atau Kardiomiopati (Pelemahan Otot Jantung)
Infeksi virus atau masalah genetik dapat merusak otot jantung, mengakibatkannya kehilangan kemampuan untuk memompa darah.
8. Obesitas
Kelebihan berat badan membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya gagal jantung.
Gejala gagal jantung bisa muncul secara perlahan dan sering keliru diartikan. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
1. Sesak Napas
Terutama saat melakukan aktivitas ringan atau saat berbaring. Ini disebabkan oleh penumpukan cairan di paru-paru akibat aliran darah yang terhambat.
2. Mudah Lelah
Penderita merasa sangat lelah meskipun hanya melakukan aktivitas yang tidak berat. Ini terjadi karena organ tubuh kekurangan oksigen.
3. Pembengkakan pada Kaki, Pergelangan, atau Perut
Karena darah tidak dipompakan secara efisien, terjadi penumpukan cairan di bagian bawah tubuh yang menyebabkan pembengkakan.
4. Batuk Kronis atau Mengi
Terutama saat malam hari atau ketika berbaring, disebabkan oleh cairan yang naik ke saluran pernapasan.
5. Detak Jantung Cepat atau tidak Teratur
Jantung berupaya mengkompensasi kekurangan dengan berdetak lebih cepat atau dengan ritme yang tidak teratur.
6. Nafsu Makan Menurun
Aliran darah yang tidak optimal ke sistem pencernaan dapat menimbulkan rasa mual dan rasa kenyang meskipun tidak banyak makan.
7. Sulit Tidur atau Terbangun karena Sesak
Banyak orang yang mengalami gagal jantung merasakan kebutuhan untuk duduk agar dapat bernapas dengan lebih lega di malam hari.
Gagal jantung dapat dihindari jika seseorang menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang disarankan:
1. Mengontrol Tekanan Darah dan Gula Darah
Memeriksa tekanan darah dan kadar gula secara rutin sangatlah penting, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi.
2. Mengonsumsi Makanan Sehat
Tingkatkan konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan ikan, sambil mengurangi asupan garam, gula, serta lemak jenuh.
3. Berolahraga Teratur
Kegiatan fisik seperti berjalan selama setengah jam setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
4. Berhenti Merokok dan Batasi Alkohol
Bahan berbahaya dari rokok dan alkohol dapat mempercepat kerusakan pada pembuluh darah dan otot jantung.
5. Menjaga Berat Badan Ideal
Mencegah obesitas bisa berkontribusi dalam mengurangi risiko hipertensi dan diabetes.
6. Cukup Tidur dan Kelola Stres
Mendapatkan cukup istirahat dan menghindari stres yang berkepanjangan berperan dalam menstabilkan tekanan darah dan denyut jantung.
7. Rutin Periksa Kesehatan Jantung
Pemeriksaan jantung secara teratur sangat dianjurkan, khususnya untuk mereka yang memiliki faktor risiko atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Gagal jantung merupakan kondisi jangka panjang yang dapat mengganggu kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat.
Meskipun terdengar menakutkan, kondisi ini dapat dicegah dan dikendalikan melalui deteksi dini dan perubahan pola hidup.
Mengenali tanda-tanda, memahami penyebab, dan melakukan langkah pencegahan merupakan langkah vital untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman yang tidak nampak ini. (berbagai sumber/Z-1)
Marcella Zalianty dorong perluasan skrining jantung anak berkebutuhan khusus. IDAI juga ingatkan bahaya mikroplastik pada bayi sejak dalam kandungan.
Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua kondisi jantung berdebar itu berbahaya.
Penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner bukan sekadar tanda kerusakan radiologis, melainkan cerminan proses biologis akibat faktor risiko seperti diabete dan, hipertensi.
Kebiasaan rutin yang dilakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
SEORANG pasien datang dengan keluhan nyeri dada yang mengarah pada gangguan aliran darah ke jantung dan ditangani dengan rotablator untuk mengatasi sumbatan.
Riset terbaru mengungkap kenaikan berat badan di usia muda jauh lebih mematikan. Simak kaitan obesitas dini dengan risiko jantung dan diabetes.
Masalah utama ada pada gejala yang sering terlihat biasa. Pada bayi, tanda awal penyakit jantung bawaan kerap muncul dalam bentuk perubahan fisik yang halus, tetapi signifikan.
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Aritmia bisa terjadi pada usia muda tanpa disadari. Kenali gejala ringan, faktor pemicu, dan cara pencegahannya agar terhindar dari gangguan jantung berbahaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved