Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
REKTOR Universitas Islam Indonesia Prof. Fathul Wahid mengemukakan, pada akhir-akhir ini banyak sekali kebohongan yang muncul di ruang publik.
Kebohongan ini, kata Rektor banyak dibungkus dengan dalih atau narasi seakan-akan scientific, masuk akal dan seakan-anak bisa dipercaya. "Namun jika ditelisik lebih lanjut, tidak seperti itu adanya," katanya.
Launching Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Sosial Budaya di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII, Rabu, Rektor lebih lanjut mengatakan dua hari lalu, beredar indeks baru yang digunakan untuk mengukur integritas akademik. Menurut dia tercatat ada 13 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut dan ada 4-5 perguruan tinggi yang mendapat bendera merah.
"Artinya dari 13 perguruan tinggi itu memiliki produktivitas publikas, namun pada saat yang sama potensi pelanggaran integritas akademiknya luar biasa. "Ini menyedihkan sekaligus memalukan," katanya.
Fathul menjelaskan 13 perguruan tinggi tersebut ada satu PTS (Perguruan Tinggi Swasta), dan 12 PTN (Perguruan Tinggi Negeri) kelas gajah semua. Ini artinya, katanya, produktivitas tulisan dosen harus ditingkatkan, tetapi integritas akademik terabaikan.
“Saya merasa deg-degan saat membaca indek mengukur integritas akademik. Deg-degan karena takut UII termasuk di dalamnya. Kalau UII termasuk, saya tidak tahu harus berkata apa,” katanya.
Fathul Wahid kemudian bersyukur karena PTS tertua di Indonesia yang dipimpinnya ini tidak masuk dalam daftar tersebut.
Ia kemudian mengingatkan kalangan mahasiswa agar selalu menjaga integritas akademik. Dunia pendidikan, ujarnya, merupakan bisnis kejujuran. Jika kejujuran hilang, katanya, maka dunia pendidikan tidak lagi bermartabat. Fathul Wahid menegaskan integritas akademik merupakan syarat mutlak untuk menjaga kejujuran.
Rektor kemudian berpesan kepada para mahasiswa, agar menolak jika mendapat tawaran bantuan pengerjaan skripsi, tesis atau desertasi, joki dan lainnya. Karena, jelasnya, hal semacam itu merupakan pelanggaran integritas akademik dan sekaligus pelacuran akademik.
Pada kesempatan itu,Rektor menambahkan, kalangan mahasiswa maupun dosen ada yang pernam memanfaatkan aplikasi untuk menguji tingkat plagiarismenya, Turnitin.
Fungsi Turnitin, jelasnya adalah untuk mengetahui apakah ada indikasi plagirisme. Bukan alat untuk mengetahui atau mengecek apakah masih ketahuan ada plagiarisme. “Jadi sekarang, Turnitin itu sudah berubah fungsi yaitu mengecek apakah masih ketahuan ada plagiarisme. Padahal yang tahu plagiarisme atau tidak itu kita sendiri,” kata Fathul. (H-2)
J&T Express luncurkan J&T Connect Preneur Goes to Campus. Program inkubasi mahasiswa dengan total hadiah Rp225 juta dan mentoring bisnis digital.
Situasi di lingkungan kampus juga dinilai belum menunjukkan keberpihakan terhadap korban, bahkan muncul dugaan adanya intimidasi terhadap korban dan keluarganya.
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka kucurkan Rp1,8 miliar dana pribadi untuk beasiswa 150 mahasiswa akibat kendala APBD.
Melalui dana zakat, Baznas akan terus berkomitmen mendukung gagasan-gagasan dan cita-cita anak muda yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Transparansi pendanaan organisasi nonpemerintah (NGO) menjadi sorotan di tengah meningkatnya arus modal global dan aktivitas lembaga swadaya masyarakat di Indonesia.
Ia menjelaskan, upaya memperkuat kepercayaan publik dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan internal, penguatan kontrol terhadap hakim konstitusi.
Di tingkat nasional, Unika Atma Jaya menempati peringkat #4 PTS terbaik se-Indonesia dan peringkat #22 dari seluruh Perguruan Tinggi se-Indonesia.
President University mengukuhkan tiga Guru Besar baru: Prof. Anton Wachidin, Prof. Erwin Sitompul, dan Prof. Jhanghiz Syahrivar untuk perkuat riset nasional.
Kolaborasi antara lembaga peradilan dan perguruan tinggi dinilai semakin penting dalam memperkuat pemahaman konstitusi di Indonesia.
Bagi mahasiswa internasional, memilih kampus tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga kenyamanan tempat tinggal dan jaminan keamanan.
Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam penyelenggaraan Program Sarjana-Magister Terintegrasi (PSMT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved