Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Nahdlatul Wathan Mataram menggelar kegiatan literasi keuangan bertajuk “Muda Bersinergi, Muda Pintar Atur Kelola Uang Digital” dengan menggandeng perusahaan fintech lending Rupiah Cepat, PinjamDuit dan Kredinesia.
Acara ini berhasil menyedot antusiasme ratusan mahasiswa yang hadir untuk memperdalam pemahaman mereka terhadap layanan keuangan digital yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Literasi keuangan menjadi fokus utama, seiring pesatnya perkembangan teknologi finansial (fintech) yang membuka akses lebih luas, namun juga menyimpan risiko apabila digunakan tanpa pemahaman yang memadai.
Perwakilan dari RupiahCepat, Aulia Maghfiroh selaku PR Specialist, menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam membentuk masa depan keuangan digital yang lebih bertanggung jawab.
“Kami percaya, generasi digital tidak boleh hanya jadi pengguna—mereka harus menjadi pencipta solusi, berani bertanya, dan mampu memilih platform yang legal dan etis. RupiahCepat berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama kalangan mahasiswa, agar literasi keuangan tidak hanya menjadi wacana, tetapi menjadi bekal hidup dalam mengambil keputusan finansial yang cerdas,” ujar Aulia.
Dalam diskusi interaktif yang digelar, mahasiswa diajak mengenali lebih dalam cara kerja platform fintech peer-to-peer (P2P) lending, memahami perbedaan layanan legal dan ilegal, serta mengenal risiko dan manfaat dari pemanfaatan teknologi finansial. Data OJK tahun 2022 menunjukkan inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai 85,10%, namun literasi keuangan masih tertinggal di angka 49,68%. Hal ini menunjukkan masih perlunya edukasi yang masif, terutama di kalangan mahasiswa.
Sejalan dengan semangat tersebut, inisiatif penggantian istilah “pinjol” menjadi Pindar Pinjaman Daring Aman dan Responsif) juga diperkenalkan dalam forum ini sebagai upaya strategis menghapus stigma negatif dan mendorong edukasi berbasis solusi.
Sebagai perusahaan fintech lending resmi yang terdaftar dan berizin di OJK, RupiahCepat menegaskan komitmennya dalam mendukung program literasi dan inklusi keuangan nasional melalui berbagai kegiatan edukatif di berbagai daerah, termasuk kampus-kampus di luar Pulau Jawa.
“Kami memandang literasi keuangan sebagai pondasi utama dalam membentuk generasi muda yang tangguh secara ekonomi. Edukasi seperti ini bukan hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga bagi pembangunan ekosistem keuangan digital yang aman, sehat, dan berkelanjutan di Indonesia,” tambah Aulia dalam pernyataan resmi.
Kegiatan serupa seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak institusi pendidikan agar semakin banyak generasi muda Indonesia yang mampu memahami, mengelola, dan memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak dan bertanggung jawab. (H-2)
Puncak Festival Literasi Batam #1 sukses digelar di Universitas Universal, melibatkan 272 sekolah dan menghasilkan 404 proyek literasi inovatif.
Festival Literasi Anak Rimba Kata 2026 mendorong kolaborasi penulis dan penerbit untuk ubah pola pikir membaca jadi aktivitas rekreatif keluarga.
Kisah Quinn Salman membuktikan bahwa membaca buku bisa jadi kunci kreativitas. Dari buku, ia menciptakan lagu dan karya sejak kecil.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dorong peningkatan literasi nasional manfaatkan tingginya minat baca Gen Z berdasarkan riset Jakpat 2025.
Program dirancang tidak hanya untuk mendukung pendidikan anak-anak pesisir.
WAKIL Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menekankan peran strategis pengelola perpustakaan di Sekolah Rakyat dalam membentuk budaya literasi siswa.
Penguatan inklusi dan literasi keuangan diharapkan berperan dalam mendukung pendalaman sektor keuangan, yang kemudian akan mendorong pertumbuhan sektor riil.
Jumlah rekening pelajar di Indonesia tembus 59 juta dengan dana Rp30,31 triliun. OJK ungkap tren meningkat dan faktor pendorongnya di 2026.
Momentum peringatan Hari Bumi dimanfaatkan AXA Mandiri Financial Services untuk mengintegrasikan isu lingkungan dengan penguatan literasi keuangan di tingkat komunitas.
Upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan nasional kembali digencarkan melalui penyelenggaraan Road to Pekan Reksa Dana 2026 yang diinisiasi OJK, BEI dan pelaku industri pasar modal.
Tanpa literasi yang memadai, akses keuangan justru berpotensi menimbulkan risiko baru bagi masyarakat.
Sebanyak 43% responden di Indonesia memiliki pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utama. Meski demikian, peningkatan pendapatan tersebut belum sepenuhnya diikuti ketahanan finansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved