Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra meminta keterlibatan pemerintah daerah lebih aktif untuk mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia juga menekankan pentingnya antisipasi apabila terjadi kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan.
"Jadi saya kira kasus keracunan MBG penting segera di dialogkan, pemerintah daerah perlu aktif, meski ini program dari pemerintah pusat. Begitu juga partisipasi pengawasan masyarakat dan media sosial juga sangat penting, agar tidak ada korban yang terlewat, tidak ada pengawasans atu jengkal pun yang terlewat," kata Jasra dalam keterangannya, Sabtu (17/5).
Ia mengatakan apabila kembali terjadi kasus keracunan makanan, hal itu dapat lebih cepat tertangani. Selain program penyajian makanan tiap hari, jJasra mengatakan perlu ada jaminan mitigasi resiko, dengan dilengkapi layanan rujukan kesehatan yang cepat dan tepat dalam penanganan. Tujuannya, sambung dia, untuk antisipasi Kejadian Luar Biasa keracunan makanan.
"Setiap terjadi peristiwa dari setiap kelalaian dapur umum SPPG, dengan penerima manfaatnya ribuan, maka pasti korbannya langsung masif. Jadi sangat mengerikan, sehingga pengawasan tidak boleh ada yang berlubang alias tidak berada dalam pengawasan. Karena ini sesuatu yang langsung masuk ke perut anak anak kita, dan reaksinya saat itu juga," ungkapnya.
Menurutnya peristiwa keracunan makanan sudah menyentuh 1.300 anak sehingga sudah saatnya SPPG belajar dengan pengalaman catering yang mampu melayani kemampuan besar dan layak. Ia juga menuturkan agar pengawasan dapat diterapkan efektif ke SPPG, perlu ada political will bersama dari pemerintah dan pemda untuk membangun sistem yang baik dengan belajar pengalaman yang sudah ada.
"Saya kira situasi anak di Indonesia, laksana darurat ya. Kita bicara hal-hal yang kadang di luar nalar, dalam berbicara oknum-oknum yang merugikan hak anak. Bahkan sampai anak saja, harus berhadapan dengan situasi situasi yang tak pernah mereka mengerti dan harus menanggungnya," ucapnya. (H-4)
Dinkes Provinsi DKI Jakarta mengatakan hingga Rabu (8/4), 37 korban dugaan keracunan MBG di Pondok Kelapa, Jakarta Timur masih menjalani perawatan
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan data statistik terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan hingga saat ini.
WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen merespons isu dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Kudus.
Dalam dekade terakhir, hipnoterapi klinis semakin banyak digunakan untuk penanganan trauma pada anak, termasuk trauma medis. Karena itu disebut bisa digunakan untuk pulihkan trauma pada anak
Kasus keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) tidak hanya melukai tubuh. Bagi anak, pengalaman ini mengguncang rasa aman yang menjadi fondasi utama perkembangan psikologis.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) dipastikan akan tetap berjalan. Program MBG saat ini tengah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Bandung.
KPAI mengutuk keras kekerasan terhadap 53 anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta. Jasra Putra soroti lemahnya pengawasan dan regulasi daycare di daerah.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 14 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut dan seluruhnya merupakan perempuan dewasa.
KASUS dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini menyampaikan, ini adalah pengaduan yang kelima daycare bermasalah
Salah satu bentuk masih lemahnya pengawasan dan regulasi yakni banyak lembaga beroperasi tanpa izin resmi, tidak memiliki SOP.
KPAI menilai kasus kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta berlangsung sistematis dan masif. Desak penyelidikan hingga ke pemilik yayasan.
KPAI akan menyusun rekomendasi strategis berbasis bukti untuk disampaikan kepada Presiden, membentuk kelompok kerja khusus MBDK, dan mendorong pembatasan iklan minuman manis di ruang publik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved