Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menyampaikan sejumlah langkah untuk memperkuat tata kelola sampah nasional. Pertama, pihaknya akan terus juga mendorong revisi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah yang sudah masuk Prolegnas.
“Ini untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang lebih modern,” katanya dalam Diskusi Denpasar 12 secara daring, Rabu (30/4).
Selanjutnya, DPR juga mendorong penghentian permanen praktik open dumping di seluruh tempat pemprosesan akhir (TPA). Hal itu sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kemudian, DPR mendukung kebijakan agar pengelolaan sampah ditetapkan sebagai urusan wajib pelayanan dasar. Misalnya alokasi pengelolaan sampah minimal 3% dari APBD di setiap daerah.
Berikutnya, DPR akan mendorong inovasi circular economy dengan mendorong terobosan dan inovasi dalam pengelolaan sampah. Sampah setelah dipilah akan diorientasikan untuk diproses dan dibakar untuk menjadi energi.
“Contohnya di Cilacap itu, sampah digelar, ditutup dengan membran, maka menguaplah gas metannya dan juga karbon CO2-nya, ditangkap oleh membran itu. Yang sisa di bawah, semacam fermentasi begitu, 21% jadi pupuk, selebihnya menjadi bahan bakar yang disebut dengan biomas,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bahwa permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan secara parsial. Perlu kerja sama semua pihak.
Menurutnya, merawat lingkungan hidup termasuk menyelesaikan permasalahan sampah harus dibarengi dengan pemahaman bahwa itu adalah sebuah gerakan kebangsaan.
“Pasal 33 ayat 3 (UUD 1945) jelas-jelas menyatakan kewenangan negara untuk menguasai bumi, air, dan kekayaan alam. Berarti di sini negara juga berhak untuk mengelola, mengatur, dan memanfaatkan sumber daya alam tersebut, termasuk menjaga yang paling penting tata kelolanya,” katanya.
Rerie, sapaan Lestari, menyebut memaparkan data terbaru bahwa Indonesia menghasilkan 69 juta ton sampah atau hampir 0,7 kilo per orang per hari.
“Itu bukan angka yang kecil. Diproyeksikan apabila kita tidak mampu mengelola dengan baik, maka 2045 nanti jumlah sampah yang dihasilkan bisa mencapai 82 juta ton per tahun,” katanya.
Titik Nuraini dari Komunitas Peduli Kali Lodji di Pekalongan, Jawa Tengah, membagikan kisah sukses dalam menggerakkan warga untuk turut terlibat mengelola sampah. Selama datu dekade, komunitasnya hadir dalam gerakan cinta lingkungan.
“Kita menanamkan nilai cinta lingkungan kepada anak-anak hingga orang tua. Jadi, lintas generasi, karena kita anggap bahwa kita adalah sumber dari masalah yang terjadi saat itu. Kami bisa menggerakkan aksi bersih sungai, aksi bersih sampah, bahkan edukasi pilah dan olah sampah hingga pelatihan daur ulang,” paparnya.
Komunitasnya juga turut membuat konten-konten edukatif yang relevan dengan warga setempat, seperti pencemaran limbah dan sampah, dengan bahasa-bahasa sederhana.
Menurutnya, strategi dalam menggerakkan warga adalah dari aksi menjadi partisipasi aktif. Aksi kolektif komunitas dilakukan bersama warga, seperti aksi bersih sungai. “Bahkan bisa mencapai 500 relawan saat itu, paling sedikit itu 100 sampai dengan 250 relawan,” katanya.
Selain itu pihaknya melakukan kampanye jangan buang sampah ke sungai melalui media sosial, media elektronik, baik TV lokal maupun radio lokal.
Selanjutnya melalui program, komunitasnya mengajak warga untuk membangun bank sampah. “Kita ajarkan mereka untuk menukarkan sampah, bisa dengan uang ataupun emas. Ternyata antusiasme yang cukup tinggi,” ujarnya.
Tak kalah penting adalah edukasi akar rumput. Sosialisasi kepada warga dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan kontekstual.
“Setelah itu kita menggunakan media visual seperti foto, before after kita berkegiatan. Terus kita memberikan video-video edukasi, melakukan pameran-pameran, hingga edukasi melalui sekolah sungai yang kami dirikan di Pekalongan,” ungkapnya. (h-2)
Komunitas menyadari sepenuhnya bahwa lingkungan sosial memiliki peran yang penting dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Program ini menjadi momentum bagi industri untuk melihat pentingnya pembangunan komunitas sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Perkembangan minat masyarakat Indonesia terhadap Formula 1 menjadi sorotan.
Takjil Keliling berlangsung pada 2–9 Maret 2026 di 10 titik Jakarta seperti Kendal, Blok M, Tebet, Kota Tua, Karet Kuningan, Manggarai, Menteng Dalam, serta Bendungan Hilir dan sekitarnya.
Acara dibuka dengan pawai komunitas yang menempuh rute sejauh kurang lebih 2 kilometer dengan mengenakan piyama, sebagai simbol mimpi yang dibawa ke jalan.
Tanpa skrining berkala, masyarakat seringkali baru menyadari kondisi kesehatannya setelah muncul komplikasi.
Ia mendorong pemerintah untuk melakukan aktivasi terhadap jutaan hektare lahan terlantar guna dijadikan basis produksi desa.
Penggunaan terminologi yang terlalu umum seperti "gangguan suplai" dianggap tidak memenuhi standar transparansi.
Perlindungan terhadap personel PBB adalah kewajiban mutlak semua pihak yang bertikai, dan dunia internasional tidak boleh membiarkan impunitas terhadap kejahatan semacam ini.
Lebih lanjur, dia juga memberikan catatan terkait mahram haji yang terpisah-pisah pada pelaksanaan haji di tahun-tahun sebelumnya.
Kenaikan biaya modal ini tidak hanya menggerus margin keuntungan, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha di tengah daya beli masyarakat yang menurun.
Rudianto menegaskan bahwa dalam kasus tindak pidana berat seperti pembunuhan, tidak ada kata terlambat atau berhenti dalam proses pengusutan hingga pelaku dan dalangnya ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved