Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN sejumlah penelitian medis internasional, terdapat beberapa minuman alami yang terbukti dapat mengurangi risiko kanker. Minuman seperti teh hijau, kopi, teh oolong, susu, serta jus buah dan sayuran mengandung senyawa aktif seperti antioksidan dan polifenol, yang berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan dan menghambat pertumbuhan sel kanker.
Mari kita ulas manfaat dari setiap minuman ini berdasarkan hasil penelitian ilmiah yang terpercaya.
Teh hijau adalah salah satu pilihan minuman paling direkomendasikan. Kandungan katekin di dalamnya diketahui efektif dalam menetralkan radikal bebas dan memperlambat perkembangan sel kanker.
Dr. Kristi Funk, seorang dokter bedah spesialis kanker payudara yang juga pendiri Pink Lotus Breast Center di Los Angeles, menyebut bahwa mengonsumsi tiga cangkir teh hijau setiap hari dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga 50%.
Selanjutnya, kopi juga termasuk dalam kategori minuman yang dapat berperan dalam pencegahan kanker. Penelitian yang dilakukan oleh American Cancer Society menunjukkan bahwa mengonsumsi empat cangkir kopi berkafein setiap hari dapat menurunkan risiko kanker di area kepala dan leher, termasuk mulut dan tenggorokan.
Kandungan polifenol dalam kopi berfungsi melindungi sel tubuh dari mutasi genetik dan peradangan kronis.
3. Teh Oolong
Teh oolong, salah satu jenis teh, juga memiliki sifat protektif terhadap kanker. Studi yang dilakukan oleh Saint Louis University bersama Fujian Medical University menunjukkan bahwa teh ini mampu menghambat perkembangan sel kanker payudara.
Temuan tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Anticancer Research, yang mengulas potensi teh oolong dalam mengatasi pertumbuhan sel kanker payudara.
4. Susu
Susu juga diketahui memiliki manfaat dalam pencegahan kanker, terutama kanker usus besar. Menurut laporan dari Cancer Research UK dan Universitas Oxford, konsumsi susu secara teratur dapat menurunkan risiko kanker kolorektal hingga 17%.
Ini terkait dengan peran kalsium yang menetralkan zat-zat yang dapat memicu kanker dalam saluran pencernaan serta menjaga keseimbangan mikroflora usus.
5. Jus Buah dan Sayuran
Terakhir, jus dari buah dan sayuran seperti delima, tomat, wortel, bit, dan buah beri kaya akan senyawa bioaktif yang memiliki sifat antikanker. Senyawa-senyawa ini, seperti likopen, flavonoid, antosianin, dan vitamin C, berkontribusi dalam memperkuat sistem imun serta memperlambat pertumbuhan sel-sel yang berpotensi menjadi kanker. Rekomendasi ini didukung oleh lembaga seperti Harvard T. H. Chan School of Public Health.
Minuman-minuman ini bisa menjadi bagian penting dalam pola makan sehat guna mencegah kanker. Konsumsi secara teratur, dilengkapi dengan gaya hidup aktif dan pemeriksaan kesehatan berkala, merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko terhadap penyakit berbahaya ini. (American Cancer Society/Harvard T. H. Chan School of Public Health/Cancer Research UK/Z-2)
KONSUMSI alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang diketahui meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.
KANKER merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia.
Kepastian diagnosis adalah kunci keberhasilan terapi kanker. Mayapada Hospital hadirkan PET-CT dan SPECT-CT untuk hasil diagnosis yang akurat dan presisi.
Lonjakan kanker HPV pada pria mencapai 46% menurut CDC 2026. Kanker tenggorokan jadi ancaman utama, vaksin terbukti turunkan risiko hingga 50%.
Konser amal Greatest Love of All sukses digelar di TIM, mengumpulkan dana Rp60 juta untuk perluasan Rumah Singgah Lions bagi anak pejuang kanker.
Tiga bahan alami yang mudah ditemukan di Indonesia, yakni kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam, berhasil dikombinasikan oleh peneliti BRIN menjadi formula kandidat antikanker.
Konsep ini berkaitan dengan indeks glikemik, yaitu ukuran seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah.
Jika ingin mengonsumsi jus buah lebih disarankan untuk membuat sendiri di rumah dan hindari pemakaian gula tambahan atau susu kental manis.
Namun, meski terdengar menyehatkan, menkonsumsi jus buah pada anak sebaiknya perlu dilakukan secara bijak atau tidak terlalu sering.
Buah utuh mengandung lebih banyak serat, yang memainkan peran penting dalam mengatur kadar gula darah.
Memberikan jus kepada bayi dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi dan membuat mereka lebih menyukai rasa manis dibandingkan air biasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved