Buah Potong vs Jus, Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasannya

N Apuan Iskandar
19/4/2026 21:41
Buah Potong vs Jus, Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasannya
ilustrasi.(Freepik.)

PERDEBATAN mengenai konsumsi buah dalam bentuk utuh atau jus kembali menjadi perhatian dalam kajian nutrisi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa buah potong atau buah utuh cenderung memberikan manfaat kesehatan yang lebih optimal dibandingkan jus, terutama dalam hal kontrol gula darah dan asupan serat.

Salah satu perbedaan utama terletak pada kandungan serat. Buah utuh mengandung serat pangan yang berperan penting dalam memperlambat proses pencernaan dan penyerapan gula. Ketika buah diolah menjadi jus, sebagian besar serat, terutama serat tidak larut, akan hilang. Akibatnya, gula alami dalam buah lebih cepat diserap oleh tubuh, yang dapat memicu lonjakan kadar glukosa darah.

Konsep ini berkaitan dengan indeks glikemik, yaitu ukuran seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah. Jus buah cenderung memiliki indeks glikemik lebih tinggi dibandingkan buah utuh karena tidak adanya serat yang menghambat penyerapan gula.

Selain itu, proses pembuatan jus sering kali melibatkan penggunaan lebih dari satu porsi buah dalam satu gelas. Hal ini meningkatkan asupan gula secara tidak langsung, meskipun berasal dari sumber alami. Dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebih tetap dapat berdampak pada risiko gangguan metabolisme.

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, konsumsi buah utuh dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2. Sebaliknya, konsumsi jus buah dalam jumlah tinggi justru menunjukkan hubungan dengan peningkatan risiko tersebut, terutama jika dikonsumsi tanpa kontrol porsi.

Selain faktor serat, buah utuh juga memberikan efek kenyang yang lebih lama. Proses mengunyah membantu tubuh mengenali sinyal kenyang secara alami, sehingga dapat mencegah konsumsi berlebihan. Jus, di sisi lain, lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah besar tanpa memberikan rasa kenyang yang setara.

Meski demikian, jus tetap memiliki manfaat jika dikonsumsi dengan bijak, terutama jika dibuat tanpa tambahan gula dan tetap mengandung ampas buah. Jus juga bisa menjadi alternatif bagi individu yang kesulitan mengonsumsi buah utuh dalam jumlah cukup.

Para ahli menyarankan untuk menjadikan buah utuh sebagai pilihan utama dalam pola makan sehari-hari, sementara jus dapat dikonsumsi sebagai pelengkap. Pendekatan ini dinilai lebih seimbang dalam menjaga asupan nutrisi sekaligus mengontrol kadar gula dalam tubuh.

Dengan memahami perbedaan ini, masyarakat diharapkan dapat membuat pilihan konsumsi yang lebih tepat untuk mendukung kesehatan jangka panjang. (Harvard T.H. Chan School of Public Health, National Institutes of Health (NIH), Journal of Nutrition/P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya