Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KUNYIT punya banyak manfaat. Selain digunakan sebagai bumbu dapur, ahli kesehatan merekomendasikan makanan untuk mengatasi kanker berkat kandungan kurkumin.
Kurkumin merupakan pigmen kuning yang diekstrak dari kunyit. Kurkumin telah menunjukkan manfaat anti kanker yang luar biasa. The Truth About Cancer menunjukkan penduduk di negara-negara yang orang makan kunyit setiap hari yaitu sekitar 100 hingga 200 mg selama jangka waktu lama menunjukkan adanya tingkat yang lebih rendah dari serangan jenis kanker tertentu.
Sejauh ini, ada lebih dari 2.000 penelitian yang diterbitkan menunjukkan bahwa kurkumin dalam kunyit memerangi kanker payudara, prostat, hati, usus besar, paru-paru, pankreas dan banyak lagi. Banyak dari studi ini menunjukkan bahan aktif kurkumin dapat menghentikan pembelahan sel kanker. Kurkumin terbukti memicu apoptosis, atau kematian sel terprogram, yang merupakan cara alami dan diperlukan tubuh untuk membersihkan diri dari sel-sel yang rusak. Demikian disebutkan dalam Halodoc.
Tidak seperti obat kemoterapi atau obat anti kanker lain, kurkumin juga memiliki kemampuan untuk membunuh sel kanker tetapi tidak membuat sel-sel yang sehat ikut mati. Kunyit juga merupakan makanan untuk mengatasi kanker yang nyatanya dapat membunuh lebih banyak sel kanker ketimbang hasil kemoterapi.
Dilansir dari Healthline, banyak studi mengemukakan bahwa kunyit mampu mengurangi depresi pada kasus ringan. Sebuah studi mencatat beberapa pasien dengan gangguan depresi mayor yang mengonsumsi kurkumin memberikan hasil yang sama dengan mereka yang mengonsumsi antidepresan seperti Prozac.
Banyak penelitian juga telah menemukan bahwa kandungan zat aktif kurkumin pada kunyit memiliki potensi untuk memperbaiki sejumlah kondisi kesehatan. Salah satunya adalah depresi, baik depresi ringan maupun gangguan depresi berat. Pasalnya, antioksidan seperti kurkumin dapat membasmi radikal bebas yang menimbulkan peradangan pada tubuh. Antioksidan pada kunyit juga bekerja dengan mengurangi stres oksidatif yang juga dapat mengurangi peradangan.
Sementara itu, studi yang terbit pada US National Library of Medicine, menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara depresi dan peradangan kronis. Sebenarnya hal ini masih belum dipastikan apakah peradangan yang dapat menyebabkan depresi, atau sebaliknya. Namun, penelitian menunjukkan bahwa peradangan kronis dan depresi dapat memperburuk satu sama lain. Diperkirakan bahwa antioksidan seperti kurkumin dapat membantu meringankan gejala depresi dengan melawan peradangan kronis.
Meskipun demikian, ada beberapa penyakit yang sebaiknya menghindari konsumsi kunyit:
KONSUMSI alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang diketahui meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.
KANKER merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia.
Kepastian diagnosis adalah kunci keberhasilan terapi kanker. Mayapada Hospital hadirkan PET-CT dan SPECT-CT untuk hasil diagnosis yang akurat dan presisi.
Lonjakan kanker HPV pada pria mencapai 46% menurut CDC 2026. Kanker tenggorokan jadi ancaman utama, vaksin terbukti turunkan risiko hingga 50%.
Konser amal Greatest Love of All sukses digelar di TIM, mengumpulkan dana Rp60 juta untuk perluasan Rumah Singgah Lions bagi anak pejuang kanker.
Tiga bahan alami yang mudah ditemukan di Indonesia, yakni kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam, berhasil dikombinasikan oleh peneliti BRIN menjadi formula kandidat antikanker.
Konsumsi kunyit dalam jumlah wajar sangat aman. Namun, penggunaan berlebihan atau dalam bentuk suplemen sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter, terutama bagi penderita gangguan hati
Madu dan kunyit adalah dua bahan alami yang telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional.
Menggunakan bahan utama yang ditanaman dan diproduksi oleh petani Indonesia, Herbalife Nutrition Indonesia meluncurkan suplemen berbahan dasar kunyit.
Paulina Lee, selaku ahli diet mengatakan kemampuan zat anti-inflamasi pada kunyit yang kuat dapat memerangi peradangan di lapisan usus dan seluruh tubuh.
Senescence cell adalah sel tua, atau cell zombie yang tidak mau mati namun bisa mengeluarkan racun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved