Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru berjalan beberapa hari memiliki tujuan untuk meningkatkan gizi anak, ibu hamil, dan balita. Cakupan penerima manfaat yang besar, ditambah dengan anggaran yang signifikan, harus didukung oleh ekosistem yang memadai.
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menilai MBG bukan sekadar memberikan makanan bergizi kepada penerima manfaat. Dengan ekosistem yang dibangun, program ini tidak berhenti hanya pada pemberian makanan. Program ini juga mencakup pemberdayaan petani dan peternak, penyediaan dapur yang dikelola ahli gizi serta didukung masyarakat sebagai juru masaknya, hingga memastikan makanan bergizi tersaji di depan penerima manfaat.
“Dari konsepnya, MBG ini adalah program dari hulu ke hilir yang sangat baik. Program ini membentuk ekosistem untuk memastikan masyarakat mendapatkan makanan bergizi. Oleh karena itu, kita perlu mendukung bersama agar program ini berkelanjutan," kata Edy, Kamis (16/1).
Politisi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan bahwa ada program di kementerian lain yang memiliki tujuan serupa. Misalnya, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang selama ini berada di bawah naungan Kemenkes, serta program percepatan penurunan stunting yang sebelumnya dikomandoi BKKBN dan kini menjadi bagian dari Kemendukbangga.
“Program-program ini memiliki visi yang sama, yaitu untuk meningkatkan gizi masyarakat. Program yang sudah berjalan tentu memiliki pengalaman dan ekosistem yang dapat diterapkan di MBG,” jelas Edy.
Edy juga mencontohkan keberadaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang selama ini menjadi andalan dalam penyuluhan hingga deteksi dini stunting. TPK terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB dengan jumlah sekitar 200.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.
“TPK sudah mengenal wilayahnya dengan baik, termasuk siapa yang berisiko stunting dan siapa yang sudah mengalami stunting. Mereka bisa direkrut oleh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Saya yakin mereka memahami karakteristik wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Selain potensi kolaborasi dalam program dan sumber daya manusia (SDM), Edy juga menyoroti pentingnya sinkronisasi pendanaan. MBG membutuhkan anggaran yang besar. Komisi IX telah menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun untuk tahun ini. Sementara itu, anggaran percepatan penurunan stunting nasional pada tahun 2024 mencapai Rp188,3 triliun, termasuk belanja K/L dan dana alokasi khusus.
“Sharing program dan sharing anggaran untuk bersama-sama meningkatkan kualitas gizi masyarakat sangat mungkin dilakukan. Apalagi Komisi IX adalah mitra dari BGN, Kemenkes, dan Kemendukbangga. Sinergi ini dapat kami diskusikan lebih lanjut,” pungkasnya. (H-2)
Sebagai kepala pemerintahan dalam sistem presidensial, Presiden memiliki kewenangan menjalankan program prioritas yang telah disahkan dalam peraturan perundang-undangan.
Presiden juga menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian serius terhadap pendidikan. Ia menyebut, investasi di bidang pendidikan akan terus diperkuat demi masa depan bangsa.
Wakil Bendahara Umum Depinas Soksi (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia), Ambar Chrisdiana menegaskan dukungan penuh terhadap keberlanjutan Program MBG.
Penguatan tata kelola dan sistem distribusi terus dilakukan untuk memastikan program berjalan optimal, transparan, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Kepala BGN juga menyinggung pentingnya pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi dengan mencontohkan Jepang.
PTPP sukses menyelesaikan proyek SPPG di 15 provinsi dalam 37 hari. Proyek ini mendukung program Makan Bergizi Gratis untuk menekan stunting dan meningkatkan kualitas SDM.
Presiden Prabowo Subianto menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia jadi percontohan dunia karena mampu melayani 60 juta penerima manfaat.
MENTERI Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan tim Ekspedisi Patriot siap menyukseskan target pembangunan 2.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Papua tahun ini.
Pemerintah membentuk forum evaluasi untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis agar lebih efektif, terarah, dan mampu menjangkau kebutuhan gizi masyarakat secara merata.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mulai menunjukkan dampak signifikan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Ia menjelaskan bahwa data tersebut mencakup ratusan kabupaten/kota yang menjadi fokus intervensi, dan akan digunakan sebagai acuan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved